Tasikmalaya, (Aberita2.com): Kepala Polisi Wilayah (Kapolwil) Priangan, Kombes Drs Anton Charlian, mengatakan perekrutan dalam penerimaan polisi dari kalangan santri harus lebih banyak.
"Maunya semakin banyak kalangan santri yang masuk anggota polisi," kata Kapolwil disela-sela acara silaturahmi antar ulama di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu malam.
Menurutnya anggota kepolisian dari kalangan santri atau yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren dinilai masih kurang yang bertugas di wilayah Priangan timur Jawa Barat.
Ia menilai keberadaan anggota polisi dari kalangan santri lulusan pondok pesantren dinilai cukup baik untuk membawa dampak kekuatan yang positif bagi kepolisian republik Indonesia.
"Alasan menambahkan penerimaan polisi dari kalangan santri agar lebih dekat dengan masyarakat dan cocok dengan kultur masyarakat Jawa Barat khususnya di Priangan timur," katanya.
Selain itu keberadaan anggota kepolisian dengan latar belakang pendidikan agama di pondok pesantren dan pendidikan formal lulusan SMA sederajat mampu memberikan yang lebih baik dalam melayani masyarakat.
Bahkan keberadaan anggota polisi dari kalangan santri bisa dilibatkan dalam pengamanan aksi demo dengan melakukan zikir dan shalawat di saat suasana aksi genting.
"Sekarang saja kalau sedang aksi anggota disuruh shalawat," katanya.
Sementara itu ia berharap pembukaan penerimaan polisi di tahun 2010 lebih banyak daripada tahun 2009 dari yang mendaftar 207 orang kalangan santri yg lolos hanya 36 orang.
Dikatakannya agar para santri lebih banyak lulus saat mengikuti tes maka disarankan para santri yang berniat melamar menjadi polisi selalu menjaga kesehatan fisik.
"Karena yang tidak lulus itu kebanyakan karena masalah kesehatan," katanya.
Disarankan Anton kepada santri dan pengurus pondok pesantren agar selalu menjaga kesehatan lingkungan, fisik serta makan yang bergizi dan bervitamin.
Dijelaskannya apabila memiliki badan sehat mudah-mudahan saat mengkuti tes penerimaan polisi bisa lulus dalam segala macam tes hingga bisa mengikuti pendidikan polisi.
"Saat penerimaan insya Allah bisa lulus, kalau santrinya sehat dan memenuhi syarat," katanya.
Sementara itu terkait kebutuhan polisi di wilayah Jawa Barat kata Anton dinilai masih kurang ideal yang seharusnya keberadaan polisi 1 banding 400 orang masyarkaat sipil.
"Sekarang di Jawa Barat belum ideal karena sekarang baru satu banding 1400," katanya.(*/wan)


















