berita2.com. (Madiun, Jawa Timur): Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melihat ada kepentingan asing di balik rencana pembatasan bahan bakar minyak (BBM) yang akan diberlakukan pemerintah mulai 1 April 2012 mendatang. Hal ini diungkapkan HTI dalam aksi demo di depan Alun Alun kota Madiun, Jawa Timur, Selasa sore (24/01/2012).
"Kebijakan pembatasan BBM ini agenda titipan kaum liberal untuk masuk ke Indonesia", kata ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HTI kota Madiun, Muhammad Khoiruddin Al Anshor.
Dengan larangan konsumsi BBM jenis premium untuk mobil pribadi dan dialihkan ke pertamax, menurutnya akan semakin membuka peluang perusahaan asing untuk bercokol di Indonesia. Saat ini beberapa perusahaan minyak asing sudah membuka SPBU di kota – kota besar seperti Shell, Petronas, dan Total.
Hal yang sama dikatakan aktivis HTI lainnya, Arifin, saat melakukan orasi. Menurutnya, pembatasan BBM memberatkan masyarakat. Selain itu, alasannya terkesan dibuat-buat untuk mmenuhi arahan pihak asing atau IMF. Masih menurut Arifin, sumber daya minyak Indonesia yang melimpah selayaknya diperuntukkan masyarakat. Tapi yang bakal terjadi, justru sebaliknya. Masyarakat membeli dengan harga yang tinggi.
HTI juga menilai kebijakan alasan pengurangan subsidi yang berdampak pada pembatasan BBM itu bertolak belakang dengan kebijakan anggaran pemerintah dan DPR yang boros. Karena sebenarnya, pemborosan justru dilakukan anggota dewan dan para pemimpin negeri.
Selain itu, dalam orasi yang lakukan hingga pukul 16.00 Wib, HTI mengkritik kebijakan anggaran pembelian peralatan ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR, perbaikan beberapa istana negara, dana untuk PSSI, dan sebagainya.
Alasan bahwa subsidi BBM adalah pemborosan merupakan alasan yang tidak masuk akal. Lebih jauh HTI memandang masih banyak kebutuhan lain yang lebih penting. (dib).


















