Jakarta (berita2.com): Gusti Muhammad Hatta, yang ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Menteri Negera Lingkungan Hidup (Menag LH) dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, oleh seorang rekannya dikenal sebagai seorang qari, atau orang yang ahli membaca Alquran.
"Pak Hatta yang Guru Besar Kehutanan pada Universitas Lambung Mangkurat itu juga seorang qari, lo," ujar HA Makkie BA, mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) asal Kalsel.
Bagi Makkie, sebutan qari yang melekat kepada sosok Gusti Muhammad Hatta itu merupakan bekal, yang diharapkan menuntun sang menteri dalam menjalankan tugasnya.
Makkie, yang juga seorang qari itu, mengatakan, kemampuannya dan seringnya GM Hatta membaca Alquran, diharapkan akan membawanya selalu berpegang teguh pada keimanan yang kuat saat menjalankan tugasnya sebagai anggota kabinet.
"Saya yakin dan insya Allah, dalam melaksanakan tugas sebagai menteri, akademisi asal Unlam, Banjarmasin, itu selalu menghasilkan kebaikan, karena mendapat tuntunan dan lindungan dengan selalu mengingat ayat-ayat Alquran," lanjut mantan Bupati Tapin Kalsel dua periode itu.
Dia mengaku, sekitar empat hari sebelum pengumuman susunan kabinet, dirinya menerima telefon dari mantan Meneg LH Sarwono Kusumaatmadja, yang menanyakan sosok akademisi dari Unlam, sebuah perguruan tinggi negeri tertua di Kalimantan tersebut.
"Ketika itu, Pak Sarwoeno bertanya dengan saya, apakah kenal dengan Hatta yang mau dijadikan Meneg LH. Saya pun menjawab, ah kenal sejak lama, di antaranya orang tersebut tidak `neko-neko` dan selalu lurus,"ungkapnya.
"Setelah mendengar keterangan saya, Pak Sarwoeno pun menyambut positif adanya orang Kalsel yang baik-baik dan patut diangkat ke level nasional," lanjut mantan Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tingkat provinsi itu.
Ketua terpilih DPRD Kalsel Kolonel TNI (Purn) Nasib Alamsyah menyatakan bangga dengan adanya "urang banua" (putra daerah Banjar) menjadi menteri.
"Kita berharap dari Kalsel bermunculan Hatta-Hatta baru yang bisa menjadi menteri, guna mengangkat citra, harkat dan martabat urang Banjar khususnya," lanjut wakil rakyat dari Partai Golkar tersebut.
Rajin baca Alquran
Sementara itu, bagi Gusti Mahfudz, saudara kandung GM Hatta, adiknya yang kini menjadi Meneg LH itu sejak kecil hingga jadi mahasiswa rajin membaca Alquran.
Oleh sebab itu, kata dia, wajar jika GM Hatta ahli membaca kitab suci itu.
"Ibu, yang buta huruf, juga seorang guru ngaji," kata Mahfudz, menyinggung latar belakang keluarga mereka. Mereka dilahirkan dari seorang ibu bernama Gt Berlian, dan ayah Gt Sulaiman.
Selain rajin baca Alquran, Gm Hatta juga selalu menegakkan shalat wajib lima waktu. "Karenanya wajar pula kalau selama studi untuk S3 di negeri Belanda, Hatta menjadi iman tetap shalat berjamaah di kota kincir angin tersebut," katanya.
Selain itu, sejak duduk di sekolah menengah di Banjarmasin, Hatta sudah mahir berbahasa Inggris, dan mendorongnya untuk bercita-cita menjadi seorang guru atau dosen.
"Alhamdulillah cita-cita adik saya itu terkabul, yaitu menjadi dosen di Fakultas Kehutanan Unlam. Tapi suratan takdir juga menempatkan Hatta sebagai seorang menteri, maka kami sekeluarga turut berbangga dan mendoakan semoga selalu sukses," tuturnya.
Gusti Muhammad Hatta, yang lahir 1 September 1952 di Sungai Baru Banjarmasin itu memiliki tujuh bersaudara, dua di antaranya laki-laki, yaitu Gusti Mahfudz dan dirinya sendiri.
Sebagaimana teman sebaya, sewaktu kecil atau ketika duduk di kelas III Sekolah Dasar (SD), Hatta sempat membuat cemas dan repot orangtuanya. Pasalnya yang bersangkutan sampai empat hari tidak masuk sekolah.
Setelah diselidiki, ternyata sewaktu kecil Pembentu Rektor I bidang akademis Unlam itu membolos sekolah karena menonton propaganda penjual obat di pasar dan buku yang dibawanya dari rumah disimpan di bawah titian.
"Namun satu hal yang cukup membanggakan kami, prestasi belajar M Hatta tergolong lumayan baik, sejak dari SD hingga perguruan tinggi," demikian Mahfudz bercerita tentang adiknya. (*SS)