berita2.com (Malang, Jawa Timur) : Akademik, industri swasta dan BUMN diharapkan segera akan bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan RI. Ini merupakan kabar gembira dikarenakan produksi alat-alat pertahanan bisa dikembangkan oleh potensi dan sdm Indonesia.
Demikian dikatakan oleh Dirjen Potensi Pertahanan (POTHAN) Kementerian Pertahanan RI DR. IR. Pos M. Hutabarat , MA, Ph. D di sela-sela acara FORKOM Penelitian dan Pengembangan Pertahanan Kementerian Pertahanan di Universitas Brawijaya Malang Selasa (11/10/2011).
Kementerian Pertahanan akan bekerjasama dengan universitas/akademik untuk pengembangan roket misalnya. Dicontohkan lagi oleh Pos M. Hutabarat adalah seperti dengan Universitas Brawijaya untuk mengembangkan radar, dikarenakan ada pakar dan ahli tentang radar di Universitas Brawijaya.
Selain roket yang berhulu ledak juga radar, Kementerian Pertahanan RI juga akan bekerjasama dalam pembuatan kapal selam. Pembuatan kapal selam ini dilakukan di PT PAL Surabaya yang akan bekerjasma dengan negara lain. Pilihannya adalah dengan Australia, Italia, Korea Selatan atau Jerman.
Pos M. Hutabarat menjelaskan bahwa kerjasama ini nantinya bisa memberikan tranfer teknologi untuk para ahli di Indonesia.
Sementara itu Brigjen TNI Roby Lambertus Tuilan, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Alat Pertahanan Negara (Alpalhan) Kementerian Pertahanan RI juga mengatakan bahwa pembuatan alat-alat pertahanan seperti senjata juga sudah diswastanisasi. Sebagai contoh adalah di Malang sendiri yaitu PT. Sari Bahari yang mendapat sertifikasi untuk memproduksi alat-alat dan persenjataan seperti bom.
Untuk pengadaan alat-alat dan persenjataan TNI mengestimasi untuk satu unit berkisar antara 8 sampai 11 milyar. Roby juga menambahkan bahwa weapon system sudah komputerisasi dan otomatik. Diharapkan juga peralatan persenjataan ini mempunyai emisi yang peduli lingkungan. “Kami juga sedang akan mengganti seluruh alat komunikasi agar lebih efektif” pungkasnya. (Heri)


















