berita2.com (Malang, Jawa Timur): Ratusan mahasiswa di Kota Malang menggelar aksi demo, start dari Jl Kawi menuju Alun-Alun Kota Malang, Kamis (22/9/2011). Mereka menuntut berbagai tuntutan untuk Presiden SBY.
Masa kepemimpinan Presiden dan wakil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dalam periode kedua ini wajib dievaluasi. Aksi yang digelar oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang dimulai sekitar pukul 10.00 wib.
Dalam orasinya, Koordinator aksi, Wildan Al Farizi menyampaikan, kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, sangat menyengsarakan rakyat kecil. Akibat maraknya kasus korupsi, kemiskinan terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, mengakibatkan kebobrokan di tingkat aparatur pemerintah sendiri. "Kepercayaan rakyat kepada pemerintah, sudah tak lagi ada. Karena pemimpin kita sudah banyak yang korup," teriak Wildan lantang di depan para peserta aksi.
Adapun tuntutan mahasiswa tersebut diantaranya, usut tuntas kasus korupsi di kementerian pemuda dan olahraga serta di kementerian tenaga kerja dan tranmigrasi. Usut tuntas kasus bank Century, dan menolak remisi pada koruptor.
"Perjelas fungsi dan kinerja Boediono sebagai wakil Presiden. Yang kita rasakan saat ini, Boediono terlihat sangat lemot kerjanya. Karenanya, harus dievaluasi. Saat inilah momentum, evaluasi harus dilakukan," katanya.
Karena masa kepemimpinana SBY-Boedino, sudah sampai dua tahun. "Detik ini SBY-Boediono harus dievaluasi. Karena gagal memimpin Indonesia. Ini suara kami mahasiswa dari UIN Malang," tegasnya.
Selain itu agar evaluasi tersampaikan ke Presiden SBY-Boediono, kata Wildan, pihaknya telah mengirimkan ratusan surat untuk SBY-Boediono. "Ratusan surat dari mahasiswa itu sudah kami kirim ke kantor Pos besar Malang," akunya.
Ratusan surat itu, dibuat oleh mahasiswa UIN Maliki Malang. "Sebenarnya, surat yang dibuat mahasiswa itu lebih dari ratusan. Hanya sudah diseleksi, tinggal seratus surat lebih yang dikirim," katanya.
Isi surat tersebut terkait berbagai tuntutan kepada kepemimpinan SBY-Boediono. "Mulai dari kasus korupsi, kebobrokan pemerintahan dan kasus lainnya yang menyengsarakan rakyat," katanya. (heri)