berita 2.com (Kendari, Sultra): Keberadaan Pulau Maniang, Kab. Kolaka terancam hilang, bukan karena faktor alam melainkan akibat dari penambangan nikel yang dilakukan oleh perusahaan tambang, sebut saja PT Damiri dan PT Antam.
Pulau Maniang yang berjarak sekitar 20 Mil laut dan sekitar satu jam perjalanan menggunakan perahu katintin dari ibukota Kolaka, itu masih satu gugusan sejajar dengan pulau Lemo yang sebelumnya bermasalah.
Berdasarkan hasil pemantauan langsung wartawan berita 2.Com, tanggal 20 Mei 2011, Pulau Maniang sekarang sudah dalam tahap dieksploitasi besar-besaran. Alat-alat berat seperti mobil pengeruk (Skapator) bergerak menggali tanah dan mobil penggerus (Loder) sibuk menumbangkan serta membabat habis pohon disekitar pulau tersebut. Dan ternyata aktifitas tersebut sudah berjalan seminggu sebelumnya.
Menurut Undang-undang No. 27 tahun 2007 tentang "Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil", secara umum dijelaskan bahwa keberadaan Pulau-pulau kecil harus dijaga kelestariannya dan dilindungi karena berfungsi sebagai ekowisata bawah laut juga berfungsi sebagai penyangga perikanan.
Akan tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi pulau maniang yang sebentar lagi tinggal kenangan saja. jika ditelisik lebih jauh lagi pulau maniang merupakan pulau yang mempunyai luas hanya sekitar 2000 KM persegi, sebagai tempat habibat hewan laut untuk berkembag biak karena pusat terumbu karang dan pulau tersebut berfungsi sebagai penahan gelombang air laut dari laut lepas yang menuju kota kolaka. jelas hal tersebut melanggar UU No. 27 tahun 2007.
Berdasarkan hasil dari konfirmasi kami sebelumnya dibeberapa instansi terkait seperti Dinas Pertambangan Kolaka dan BLH Kolaka, bahwa Pemda Kolaka telah mengeluarkan IUP (Izin Usaha Pertambangan) bagi keDua perusahaan tersebut, tetapi belum mengantongi izin Amdal (Analisis mengenai Dampak Lingkungan). Namun belakangan pihak BLH Kolaka mengakui telah mengeluarkan izin Amdalnya sejak 2 tahun lalu hanya perusahaan tersebut baru beroperasi tahun ini. disisi lain pihak Pertambangan Kolaka juga mengelak kalau dipulau Maniang tidak ada aktifitas Pertambangan, tetapi dilapangan fakta bercerita lain, ini sangat ironis dan ada Apa..???
"Sepengetahuan saya, Tidak ada aktifitas pertambangan dipulau Maniang." tetapi tidak tahu juga dilapangan yang terjadi karena berdasarkan laporan-laporan yang masuk. nanati kami kroscek." Kata Andi Sastra Pangeran, Kadis Pertambangan Kab. Kolaka, dengan Nada sedikit mengelak. (syahruddin)