berita2.com (Jakarta): Universitas Murdoch di Australia Barat akan mengangkat Duta Besar Republik Indonesia di Australia, Primo Alui Joelianto, sebagai Guru Besar Kehormatan (Honorary Professor).
Pengangkatan simbolis ini merupakan penghargaan atas komitmen Bapak Joelianto pada hubungan Australia-Indonesia, serta dukungannya bagi misi Universitas Murdoch dalam bidang Kajian Indonesia, baik dalam pengajaran bahasa Indonesia maupun sebagai fokus penelitian.
Sebagai tanda pengangkatannya, Joelianto akan memberi sebuah ceramah umum, mengenai topik “Kebijakan Luar Negeri Indonesia dan Hubungan Bilateral Australia-Indonesia”, di Universitas Murdoch, Perth, pada tanggal 21 Juli. Demikian siaran pers Kedutaan Bear Australia yang diterima berita2.com Kamis 14 Juli 2011.
Joelianto merupakan seorang diplomat yang terkemuka. Dalam Kementerian Luar Negeri Indonesia, beliau telah berjabat sebagai Direktur-Jenderal Asia-Pasifik dan Afrika, serta Direktur Urusan Asia Timur dan Pasifik serta Timur Tengah.
Sejak diangkat sebagai Duta Besar di Canberra pada bulan Maret 2009, beliau telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memajukan hubungan Australia-Indonesia, dengan tak kenal lelah.
Rektor Universitas Murdoch Professor Gary Martin berkata: “Pengangkatan seorang Guru Besar Kehormatan jarang diadakan. Kami menganggapnya sebagai tanda kehormatan kami bagi yang menerimanya, dan suatu penghargaan bagi peranan serta sumbangannya – pada masa lalu, sekarang, dan pada masa depan – bagi kemajuan dan perkembangan Universitas dalam bidang tertentu – dalam hal ini, Kajian Indonesia.
“Indonesia merupakan suatu fokus penelitian dan pengajaran di Murdoch. Pusat Penelitian Asia (Asia Research Centre) kami sangat terkenal karena penelitiannya mengenai Asia Tenggara serta Asia Timur, dan sedang mengadakan berbagai proyek pengelitian mengenai Indonesia.
“Guru Besar kami dalam bidang Kajian Asia Tenggara, Professor David T Hill, juga Direktur serta pendiri Konsortium ACICIS (Australian Consortium for „In-Country‟ Indonesian Studies), yang mengembangkan serta mengkoordinir program studi di universitas mitra di Indonesia bagi mahasiswa dari seluruh Australia. “
Ditambah pula, Professor Hill anggota dewan Institut Australia-Indonesia, dan memotori Lokakarya Nasional mengenai „Masa Depan Bahasa Indonesia di Universitas-universitas Australia‟, yang diadakan di kampus Murdoch pada awal tahun ini.
“Oleh karena ini, kami sangat senang menawarkan penghargaan ini kepada Bapak Joelianto, yang telah sangat mendukung upaya kami dalam bidang ini. Harapan kami, pengangkatan ini akan makin mempererat dan memperkuat hubungan antara Universitas Murdoch dengan Indonesia.”
Ceramahnya Bapak Joelianto akan diakakan di Aula Kim E Beazley di Universitas Murdoch pada jam 10.30 pagi Hari Kamis, tanggal 21 Juli. Kalau ada yang ingin hadir, harap menghubungi email
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
atau telepon (+61 8 ) 9360 6176 sebelum tanggal 18 Juli.