Bogor, (berita2.com): Jumlah perempuan dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II diperkirakan akan bertambah setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Senin siang memanggil Armida Alisjahbana, guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran Bandung.
Armida merupakan perempuan kelima yang dipanggil Yudhoyono untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon menteri di kediaman pribadi SBY di Cikeas, Bogor.
Sebelumnya, pada Sabtu (17/10), dua perempuan calon menteri telah datang yaitu Menkeu Sri Mulyani dan Mendag Mari Elka Pangestu.
Sementara pada Minggu (18/10), hadir juga dua perempuan lain yaitu Ketua Kowani Linda Agum Gumelar dan ahli bedah mata DR Nila Djuwita Moeloek.
Bila kelima perempuan yang dipanggil Yudhoyono ini benar menjadi anggota KIB II, maka jumlah itu lebih besar dibanding perempuan yang jadi anggota KIB I.
Armida Alisjahbana, profesor ekonomi dari Universitas Padjajaran ini diperkirakan akan ditugaskan sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas.
Saat ini Armida menjabat sebagai Wakil Dekan Fakutas Ekonomi Unpad, yang juga merupakan peneliti senior Fakultas Ekonomi Unpad.
Sarjana ekonomi FEUI ini kerap menjadi konsultan proyek Bank Dunia dan AusAid di Indonesia.
Sampai siang ini, enam calon menteri sudah datang di kediaman Yudhoyono selain Armida yaitu perwakilan Indonesia untuk PBB Marty Natalegawa, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad, politisi PKS Suswono dan Menteri Kelautan dan Perikanan Fredy Numberi.
Total calon menteri yang sudah dipanggil Yudhoyono sejak Sabtu lalu sebanyak 36 orang.(*/wan)


















