berita2.com (Bogor): Rapat kerja menyusun Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) sudah dua kali diadakan. Untuk itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta setelah ini merupakan saat untuk bertindak nyata. Rapat-rapat dan perencanaan selesai.
Presiden SBY mengatakan hal ini dalam pengantar pembukaan Rapat Kerja membahas MP3EI di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin 18 April 2011.
"Dengan dua kali rapat kerja ini saya berharap sudah dapat kita rencanakan secara lebih konkret, secara lebih pasti, apa yang dapat dan harus kita lakukan bersama, di dalam mempercepat dan memperluas pembangunan ekonomi kita, mulai tahun ini sampai tahun 2025 mendatang," kata Presiden.
"Sekarang saatnya kita berbuat secara nyata," SBY menegaskan.
Karena raker MP3EI sudah dua kali, Presiden merasa tak perlu lagi menjelaskan tujuan dan strategi percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi ini. Presiden berharap pada 20 Mei mendatang akan ditetapkan dokumen strategis percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia.
"Saudara telah memiliki komitmen, terima kasih. Sekarang tinggal implementasinya," Presiden SBY menambahkan.
Agar dalam implementasinya nanti Sukses, Presiden mengingatkan untuk mewaspadai adanya bottlenecking atau hambatan dan lambatnya dalam memanfaatkan momentum.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa melaporkan, rapat kali ini dihadiri lebih dari 400 peserta dari berbagai lembaga pemerintah dan asosiasi non pemerintah, termasuk dari Kamar Dangan dan Industri (Kadin) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).
"Bila biasanya diskusi dibagi ke dalam regionalisasi, kali ini kelompok akan dibagi berdasarkan sektor, yang terbagi ke dalam 4 sektor," Hatta menjelaskan. Sektor-sektor yang dimaksud adalah Pertanian, Industri, Pertambangan dan Energi, dan kawasan ekonomi khusus dan pembangunan Infrastruktur.
Turut hadir dalam rapat kerja ini, antara lain, Wapres Boediono yang mendampingi Presiden, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menperin MS Hidayat, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Menpora Andi Alifian Mallarangeng, dan Menteri BUMN Mustafa Abubakar.