berita2.com (Jakarta): Serikat Pekerja BUMN Bersatu memberi julukan kepada Presiden Sosilo Bambang Yudhoyono sebagai Bapak Pembangunan Gedung DPR karena dinilai partainya paling keras memperjuangan pembangunan gedung baru DPR.
"Kelanjutan pembangunan gedung baru DPR akhirnya disepakati oleh rapat paripurna DPR ,setelah sebelumnya banyak suara public yang menolak untuk pembangunan gedung DPR ,partai politik yang paling menonjol dan ngotot untuk mengolkan pembangunan gedung DPR adalah Partai Demokrat yang merupakan partai yang berkuasa yang di bawah komando langsung SBY," kata FX Arief Poyuono, Komite Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, dalam siaran persnya yang dikirim ke berira2.com Minggu 10 April 2011.
Menurutnya, tentu saja ini merupakan sandiwara politik yang dimainkan oleh SBY dan anak buahnya secara sukses untuk bisa memberikan suatau kenangan kenangan pada rakyat Indonesia “iniloh selama SBY jadi president berhasil membangun Gedung DPR yang paling megah yang di bangun selama SBY memerintah walaupun rakyatnya banyak yang hidup dikolong kolong jembatan dan miskin “
Sehari sebelum disetujuinya kelanjutan pembangunan gedung baru DPR , Presiden Susilo Bambang Yudhono meminta pembangunan gedung pemerintahan yang dianggap memboroskan anggaran ditinjau ulang bahkan jika perlu dibatalkan.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyon mengatakan pada APBN 2011 memang sudah ada anggaran untuk pembangunan sejumlah gedung pemerintahan. Namun, dia mengintruksikan supaya rencana pembangunan gedung yang tidak memenuhi ketentuan dapat ditunda terlebih dahulu.
"Pembangunan gedung yang tidak memenuhi ketentuan yang dikeluarkan atau bahasa saya tidak memenuhi standar kepatutan agar ditunda terlebih dahulu. Direvisi penyesuaiannya, bahkan barang kali jika tidak dibutuhkan bisa ditunda atau dibatalkan," ujar presiden menegaskan di Kantor Presiden
Pembangunan gedung DPR baru juga bisa menjadi bukti baru tentang kebohongan pemerintah SBY terhadap rakyat , yang katanya pemerintah pro rakyat , ternyata pemerintah SBY hanya pro kepada segelintir rakyat yang berkantor di gedung DPR yang masih sangat bagus dan cukup besar setiap ruangannya dengan luas 40 meter persegi dengan fasilitas AC dan lift untuk turun naik, yang dihuni oleh dua staff khusus satu asisten dan 1 anggota DPR
Dibandingkan dengan rusunawa (rumah susun sederhana dan sewa ) yang berukuran 21- 36 meter setiap ruangannya yang dihuni oleh rakyat yang berpenghasilan pas-pasan dimana setiap ruangan yang berukuran 21-36 meter itu dihuni paling sedikitnya 4 orang.
"Tidak ada alasan bagi anggota DPR untuk meminta pembangunan gedung baru DPR. Apalagi sekarang ini sudah jaman teknologi IT yang canggih dimana trend perusahaan perusahaan multinasional yang lebih sibuk dari anggota DPR malah lebih mengurangi space ruangan kerjanya bagi executive dan staffnya atau berkantor di rumah atau mobile di di kendaraan , dengan mengunakan jaringan internet yang sudah canggih untuk berkomunikasi dengan staffnya . lihat saja SBY saja sekarang ini setiap memberikan paparan di depan umum atau menterinya pakai IPAD untuk mengurangi pengunaan kertas dan tinta printer serta bisa digunakan untuk berkomunikasi dan mengecheck berita berita miring tentang kebohongan SBY," kata Arief.
Rencananya FSP BUMN Bersatu sebagai pengugat untuk dibatalkannya pembagunan gedung DPR Baru di Pengadilan Jakarta Pusat nanti pada tanggal 1 mei bertepatan dengan hari buruh di depan istana bersama puluhan ribu massa buruh akan memberikan Award bagi SBY berupa Award Bapak Pembangunan Gedung DPR .