berita2.com (Jakarta): PKS satu-satunya angota koalisi yang tidik dikirimi draf kontrak baru. Partai Demokrat telah mengirimkan draf kontrak baru koalisi kepada empat parpol mitra koalisi pemerintah. Draf yang dikirimkan ke Partai Golkar, PAN, PKB, dan PPP tersebut berisi penambahan poin-poin kontrak koalisi yang sudah ada sebelumnya.
Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan (PPSK) DPP Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdalla, mengatakan, draft kontrak baru tersebut bertujuan untuk lebih menjamin kekompakan politik di antara partai-partai koalisi. "Minus PKS," ujar Ulil di sela-sela diskusi 'Indonesia dan Turki: Pelajaran Demokrasi Dua Bangsa,' di Jakarta, Kamis 7 April 2011.
Ulil menjelaskan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) banyak mengambil pelajaran dari kasus Bank Century dan hak angket pajak sebelumnya. SBY menyadari, segala sesuatu yang terjadi di DPR dapat mengganggu ketenangan presiden untuk bekerja sebagai pimpinan eksekutif.
"Apalagi tentang hak angket tersebut, bisa membuat tegang hubungan antara eksekutif dengan legislatif," imbuh Ulil seperti dikutip republika.
Ulil menjelaskan, desain baru koalisi sebenarnya masih serupa dengan format lama dengan penambahan poin-poin baru. Poin-poin baru tersebut menjadi kunci perekat hubungan antar koalisi parpol baru nantinya. Sayangnya, Ulil menolak untuk menjelaskan secara tegas apa poin baru yang dia maksud.
Ulil menjamin draf atau format kontrak koalisi baru tersebut dapat lebih mengikat hubungan antara partai-partai anggota koalisi. Sebagai tindak lanjut dari rencana politik baru SBY, Ulil mengaku sudah menyebarkan draf kontrak baru kepada keempat partai politik kecuali PKS.
"Sampai saat ini PKS memang belum diajak bicara untuk mendiskusikan draf baru tersebut, hal itu mengindikasikan presiden punya rencana politik untuk PKS," ujarnya.