berita2.com (Jakarta): Untuk mencapai visi menjadikan Indonesia negara maju pada abad ke-21 ini dan emerging economy dalam waktu 15 tahun dibutuhkan kerja keras. Bukan sekadar business as usual.
Demikian dikemukakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya ketika membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2011, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat 1 April 2011.
"Dua tujuan besar, dua tujuan mulia, itu tidak akan pernah bisa kita capai kalau kita terus menjalankan business as usual," ujar SBY. Bila keinginan itu tidak diiringi usaha yang besar, lanjut SBY, maka tidak akan tercapai.
"Itulah yang membuat kita sekarang ini menyusun sebuah masterplan yang dikenal dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia, sebagai rencana induk, sebagai strategi, dan sebagai kebijakan," Presiden menjelaskan.
Presiden menegaskan, pemerintah juga tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi saja, melainkan juga pemerataan. "Kita tetap menganut strategi pembangunan empat jalur, yaitu strategi yang pro pertumbuhan, pro lapangan pekerjaan, pro pengurangan kemiskinan, dan pro lingkungan," ujar Presiden SBY.
Di akhir sambutannya, Presiden berpesan kepada para pelaku bisnis di Indonesia untuk tidak menyia-siakan pelaung dan momentum. "Tidak akan berubah ke arah yang lebih baik jika kita tidak pernah mengubahnya," Presiden menegaskan. Presiden juga sempat mengajak para pengusaha untuk berbagi dengan mereka yang kurang mampu.