berita2.com (Malang, Jawa Timur): Rapat Koordinasi (Rakor) 3 Pilar PDI Perjuangan Se-Jawa Timur, yang digelar di GOR Ken Arok Kota Malang, Minggu 20 Maret 2011, Rakor konsolidasi dan pemantapan "Tiga Pilar" PDIP di GOR Ken Arok itu dihadiri sekitar 10 ribu kader PDIP se-Jawa Timur, termasuk para kepala daerah yang diusung oleh PDIP.
Megawati dalam pidatonya di depan ribuan kader partai berlambang banteng muncong putih itu. “Rakor 3 pilar PDIP se-Jawa Timur ini, untuk mengevaluasi kinerja dan komitmen pengurus partai, para legislatif dan eksekutif dari partai kita,” katanya.
Setelah banyak memberikan penjelasan tentang komitmen partai, dengan suara bergelegar, Megawati secara terang-terangan menyampaikan, bahwa di tubuh PDIP sendiri, dalam hal ini di tingkat pengurus DPC hingga DPD di berbagai daerah banyak masalah, terutama di Jawa Timur.
"Pengurus harus merubah mental berpikirnya dan harus pro rakyat,” katanya dengan wajah serius. "Kalau setelah Rakor 3 Pilar ini masih ada masalah, saya akan PAW. Silahkan tuntut saya kalau tidak terima,” katanya lantang disambut aplaus ribuan kader PDI Perjuangan saat itu.
Para legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), baik yang duduk sebagai wakil rakyat di DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kota/kabupaten terancam diganti melalui mekanisme pergantian antarwaktu.
"Kalau dalam jangka waktu satu bulan ke depan tidak ada perubahan, para legislator sudah tidak lagi ingat dengan konstiuen dan membiarkan rakyatnya, lebih baik mengundurkan diri daripada saya pecat," tegas mantan Presiden RI tersebut.
Dalam pidato politiknya selama sekitar satu jam itu, putri proklamator Soekarno itu juga "memblejeti" kinerja kader-kadernya, mulai pengurus DPP hingga anak ranting.
Lebih lanjut Megawati mengatakan, "Tiga Pilar" yang menjadi motor penggerak partai, yakni kader partai yang ada di jajaran eksekutif, legislatif dan eksekutif partai bagaimana bisa turun ke bawah untuk menyerap aspirasi masyarakat, kalau sudah sibuk dengan urusan dan kepentingannya sendiri, termasuk Ketua DPC-nya.
Kalau perolehan suara ada penurunan, tegasnya, itu bukan karena akar rumputnya (grass root) yang salah, tapi elit-elit politiknya yang di atas yang tidak mau mengurus akar rumputnya."Masak harus ketua umum terus yang turun ke bawah," tegasnya.
Para pengurus ini bukan tidak tahu, mereka tahu tapi memang tidak mau tahu. Namun, pernyataan Presiden RI kelima itu tak mendapatkan respon dari tiga pilar yang duduk berhadapan dengan panggung. Mereka adalah jajaran struktur organisasi di tingkat cabang, daerah, serta kepala daerah dan jajaran legislatif se-Jawa Timur. (heri)