berita2.com (Jakarta): Terjadi keributan antara Staf Khusus Presiden Andi Arief dan politisi PKS Fahri Hamzah pada Kamis 17 Februari 2011, terkait sebuah kasus pemerasan. Keributan di twitter itu tidak jelas latar belakangnya.
Tiba-tiba staf Khusus Presiden Andi Arief mengundang politisi PKS Fahri Hamzah ke kantornya di Sekretariat Negara, Jakarta. Andi Arief mengundang Fahri untuk dipertemukan dengan seseorang yang diduga pernah diperas Fahri.
"Saya undang @Fahrihamzah di kantor atau kediaman, untuk saya pertemukan dengan orang yang pernah berurusan dengan PTP di Jatim yang anda janjikan," tulis Andi Arief dalam akun twitternya @AndiAriefNews. "Kita buktikan: Saya atau anda @Fahrihamzah yang pemalak, pemeras dan broker," tambah Andi Arief.
Tidak jelas siapa korban pemerasan dimaksud, "saya bertanggung jawab setiap langkah saya. Saya menawarkan diri datang membawa bukti, tapi tidak mau," tulis Andi Arief.
Apa kata Fahri hamzah? Anggota Komisi III DPR ini menantang Andi membawa orang yang diduga diperas Fahri ke pressroom DPR Jumat sore 18 Februari 2011.
"Bung @AndiAriefNews kalau ada 1 orang saja yang pernah saya peras. Bawa sore ini (16.00 saya dah balik) ke pressroom DPR (kita konpers bareng)," tulis Fahri dalam akun twitternya. "Bung @AndiAriefNews saya tidak undang anda ke kantor saya. Tapi pressroom (banyak wartawan). Biar jelas, yang salah ketangkap basah. Saya masih di lap," tulisnya lagi.
"Kalau di kantor @AndiAriefNews (sembunyi2) unjungnya dia minta maaf dan cium tangan. Aku gak mau. Pastikan 1. Korban pemerasan + 2. Wartawan," tulis Fahri.