Jakarta, 17/10 (berita2.com): Susunan pengurus Partai Golkar terancam batal? Sejumlah kader Partai Golkar membentuk sebuah tim khusus yang diperkuat para aktivis hukum partai berlambang pohon beringin ini, terkait pelanggaran Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dalam penyusunan kepengurusan harian DPP Partai Golkar periode 2009-2015.
"Kami tetap mempersoalkan para `kutu loncat` yang datang dari mana-mana lalu `hinggap` di kepengurusan harian Partai Golkar. Jika mereka tidak mengundurkan diri, terpaksa jalur hukum kami tempuh," kata Wakil Badan Hukum dan HAM (Bakumham) DPP Partai Golkar, Syamsul Zakaria, di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan, pihaknya menolak secara keras masuknya Rizal Mallarangeng dalam jajaran pimpinan harian DPP Partai Golkar.
"Saya sangat merisaukan itu. Sebagai kader partai yang telah membela Partai Golkar ini, saya dan rekan-rekan sesama kader di seluruh Indonesia merasa gangguan para `kutu loncat` kali ini sangat memukul perasaan serta kebanggaan kami," ujarnya.
Padahal, kata Syamsul Zakaria, para aktivis hukum partai di mana-mana telah `berdarah-darah` menegakkan citra Partai Golkar. "Termasuk membela para kader yang bermasalah hukum, juga berada di barisan terdepan menghadapi gempuran ketika ada yang ingin membubarkan Partai Golkar," ungkapnya.
Syamsul Zakaria ketika itu menjadi salah satu pengacara resmi yang membela eksistensi partai hingga ke tingkat Mahkamah Agung (MA). "Bahkan ikut membela secara fisik di lingkup DPD Partai Golkar DKI Jakarta, ketika mendapat serangan para aktivis LSM serta mahasiswa ketika itu," katanya.
Menyerang Golkar
Karena itu, ia dan rekan-rekannya tak saja merasa risau, tetapi benar-benar sangat gusar ketika menyaksikan kepengurusan DPP Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) VIII di bawah pimpinan Ketua Umumnya, Aburizal Bakrie (Ical) memasukan para `kutu loncat`.
"Posisi Rizal Mallarangeng tidak jelas saat terjadi berbagai serbuan terhadap Partai Golkar sejak 1999 lalu. Dan malah terbukti, pada Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2009 baru-baru ini, sangat jelas dia menyerang Partai Golkar, sehingga partai kami benar-benar dirugikan," ujarnya.
Karenanya, ketika kini Rizal Mallarengeng `sengaja dimasukkan` ke dalam tubuh partai, kata Syamsul Zakaria, disinyalir merupakan bagian dari sebuah desain besar untuk menghancurkan Partai Golkar.
"Ini bisa saja upaya penyusupan jilid kedua untuk pembubaran Partai Golkar secara terencana dan sistematik," kata Syamsul Zakaria. (*/wan)