berita2.com (Kupang, NTT): Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, menurut rencana akan berkantor selama tiga hari di Kupang. Karena akan berkantor di Rumah Jabatan Gubernur NTT.
“Untuk sementara Gubernur Frans Lebu Raya dan keluarga termasuk pegawai rumah tangga dan Pol PP harus pindah dari sana. Semua aktivitas pelayanan di rumah jabatan gubernur akan diambil alih oleh Protokol Istana Kepresidenan,” kata Ketua Umum Panitia Daerah HPN 2011, Andre Koreh, saat ditemui di di Kupang, Senin 31 Januari 2011.
Menurutnya, Presiden tiga hari berada di NTT menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kupang. Presiden dijadwalkan tiba di Kupang tanggal 8 Februari dan kembali ke Jakarta 10 Februari.
Dia mengatakan, selama berkantor di rumah jabatan, gedung tersebut akan dijaga ketat pihak keamanan dari Paspampres. Semua barang pribadi milik gubernur dan keluarga akan dipindahkan sementara selama presiden berkantor di rujab. Memasuki H-2, seluruh areal gedung rumah jabatan dan lingkungan sekitarnya akan disteril oleh Paspampres sehingga tidak semua orang boleh bebas masuk ke sana,.
Koreh menjelaskan, keberadaan seorang presiden dan ibu yang akan menginap di NTT merupakan sejarah terlama sejak Propinsi NTT ada. Baru Presiden SBY yang paling lama menginap. Biasanya presiden datang pagi dan pulang siang atau sore hari. Tetapi kali ini sampai tiga malam. Kalaupun presiden datang, itu karena ada kondisi khusus seperti terjadi bencana alam.
“Presiden SBY pernah ke Alor dan Manggarai karena bencana alam. Mantan Presiden Soeharto, pernah datang juga karena bencana alam. Datang pagi dan pulang sore hari. Ini adalah satu kebanggaan dan kehormatan serta sesuatu yang sangat luar biasa bagi masyarakat NTT," katanya.
Koreh mengatakan, semua agenda kedatangan dan aktivitas Presiden SBY, Ibu Ani Yudhoyono dan pejabat lainnya sudah dikoordinasikan dengan Protokol Istana Kepresidenan.
“Dalam satu dua hari ini akan ada gladi. Gladi akan dilaksanakan mulai dari penyambutan di bandara hingga tempat penginapan dan kegiatan lainnya. Gladi ini akan langsung dipimpin Protokol Istana dan Paspampres,” tambahnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya