Jakarta, (berita2.com): Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie berharap, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa mengakomodasi kader terbaik partai berlambang pohon beringin tersebut pada kabinet pemerintahan lima tahun ke depan.
"Partai Golkar memiliki kader-kader berkualitas yang bisa mengabdikan kemampuannya pada pemerintahan Presiden Yudhoyono lima tahun ke depan," kata Aburizal Bakrie, di Jakarta, Jumat.
Namun Aburizal enggan menyebutkan berapa nama kader terbaiknya yang telah diserahkan kepada Presiden Yudhoyono untuk diseleksi menjadi menteri pada kabinet mendatang. Ia juga enggan menyebutkan pos menteri apa saja yang diharapkan untuk diisi oleh kader Partai Golkar.
"Tidak, tidak bisa menyebutkannya. Itu adalah hak prerogatif Presiden untuk memilih dan menempatkan orang yang dipilihnya dalam kabinet mendatang," kata Ical, panggilan akrab Aburizal.
Ketika ditanya, apakah Partai Golkar berharap kadernya yang berada di kabinet sama seperti pemerintahan periode sebelumnya, Ical mengatakan, kalau Presiden menghandakinya, ia akan menerimanya dengan baik. Namun lagi-lagi ia menegaskan, penempatan menteri adalah hak prerogatif Presiden.
Pada pemerintahan Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 2004-2009, ada empat kader Partai Golkar yakni Aburizal Bakrie (Menko Kesra), Fahmi Idris (Menteri Perindustrian), Erman Suparno (Menteri Tenaga Kerja), dan Andi Mattalata (Menteri Hukum dan HAM).
Dijelaskan Ical, Partai Golkar secara resmi menyatakan berkoalisi dengan pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden terpilih yakni pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono lima tahun ke depan, setelah diputuskan dalam rapat perdana DPP Partai Golkar di Jakarta, Kamis (15/10) malam.
Menurut dia, ada beberapa pertimbangan Partai Golkar berkoalisi dengan pemerintah antara lain, adanya kesamaan visi, misi dan "platform" dengan pemerintah, yakni memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
Pertimbangan lain, selama lima tahun terakhir kebersamaan Partai Golkar dan Partai Demokrat memimpin pemerintahan telah mencapai kesuksesan di berbagai bidang antara lain pertumbuhan ekonomi tetap positif pada saat terjadi krisis finansial global.
"Partai Golkar juga memiliki kader-kader berkualitas yang bisa mengabdikan kemampuannya untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik," kata Ical.
Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, lanjutnya, Partai Golkar siap bersama-sama pemerintah untuk membangun Indonesia dalam lima tahun ke depan.
Salah satu keder Partai Golkar yang disebut-sebut akan masuk ke kabinet adalah Wakil Ketua Umum Partai Golkar, HR Agung Laksono.
Ketika hal ini ditanyakan kepadanya, ia berusaha mengelak dengan mengatakan belum tahu dan agar bertanya pada Aburizal Bakrie.
"Kalau ditanya soal nama-nama kader Partai Golkar yang diusulkan pada Presiden saya tidak tahu, silakan tanya pada ketua umum," kata ketua DPR periode 2004-2009 ini.

















