Acara penyerahan itu dilakukan di kantor Bravo Media Center (BMC) Menteng, Jakarta Pusat, Kamis malam sekitar pukul 22.30 WIB, setelah sebelumnya dilakukan penandatanganan pada Kamis pagi.
"Saya mewakili presiden menyampaikan naskah yang sudah ditandatangani kedua belah pihak," kata Boediono di hadapan enam perwakilan partai koalisi yaitu Partai Demokrat, PPP, PAN, PKB, Golongan Karya, dan PKS.
Menurut Boediono kontrak politik itu mengatur kesepakatan tentang prinsip-prinsip dasar yang mengatur koalisi ke depan.
"Saya sampaikan penghargaan tinggi ke partai-partai koalisi yang telah bersama-sama presiden dan saya sejak deklarasi," katanya.
Ia mengatakan bahwa segala kesepakatan yang telah dituangkan dalam dokumen itu akan menjadi pegangan untuk melaksanakan kerja sama dalam rangka menyejahterakan rakyat Indonesia.
"Saya kira ini landasan yang kuat bagi kita agar pemerintahan kita makin efektif untuk menyejahterakan rakyat," kata Boediono yang malam itu mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna hijau.
Sementara itu Presiden PKS Tifatul Sembiring mengatakan bahwa presiden terpilih belum menginformasikan jatah menteri PKS.
"Yang tahu (jatah menteri) itu presiden terpilih, belum...belum... kan belum dipanggil (calon-calon menteri)," katanya.
Ia mengatakan yang telah dilakukan sejauh ini adalah partai-partai menandatangani kesepakatan koalisi Kamis pagi dan kemudian pada malam hari dikembalikan kepada partai.
Kontrak politik tersebut terdiri atas tiga salinan, satu untuk presiden terpilih, satu untuk partai politik dan satu untuk arsip.
Menurut dia kontrak politik itu lebih menekankan tata etika pemerintahan dan menekankan sistem pemerintahan presidensial.
Saat ditanya pendapatnya mengenai masuknya Golongan Karya dalam koalisi, Tifatul mengatakan bahwa PKS secara resmi tidak pernah keberatan.
Ia juga mengakan bahwa akhir-akhir ini presiden terpilih cenderung untuk menciptakan pemerintahan yang kuat.
Sedangkan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali mengatakan bahwa bergabung dalam koalisi partai yang memerintah bukan berarti menghilangkan daya kritis asalkan ada komunikasi.
Pada acara itu Partai Demokrat diwakili oleh Ketua Umum Partai Hadi Utomo, PPP oleh Ketua Umum partai Suryadharma Ali, PKB oleh Sekjen partai Lukman Eddi, PKS oleh presidennya, Tifatul Sembiring, dan PAN oleh Ketua Umum partai Soetrisno Bachir. Sementara itu Ketua Umum partai Golongan Karya Aburizal Bakrie disebutkan terlambat hadir. (*/wan)

















