"Nanti tetap ditentukan Bu Mega, sampai sekarang belum bersikap. Dengar dulu, nanti sikapnya kemudian," kata Taufiq Kiemas seusai "Syukuran Penganugerahan Penjaminan Mutu Terbaik Universitas Tahun 2009 untuk Universitas Islam Indonesia (UII) dan ISO 9001 untuk Fakultas Hukum UII", di kediaman Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, di Jakarta, Rabu (14/10).
Ia menambahkan untuk menentukan apakah PDI Perjuangan di luar atau di dalam kabinet masih menunggu keputusan Megawati sebagai Ketua Umum.
"Yang ngomong hanya Ibu Mega dan Sekjen, di luar itu tidak ada," katanya. Dikatakan, soal pembentukkan kabinet yang paling benar adalah tidak meminta. "Yang paling betul adalah kita tidak memiminta, tapi dikasih berapa?" katanya.
Ia mengaku sampai sekarang belum ada tawaran kepada kader PDI Perjuangan untuk masuk ke dalam kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendatang. "Kalau ada dua kita ambil, ditawarkan pemberian, masak ditolak," katanya.
Di tempat yang sama, hal senada diungkapkan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung "Apakah diminta? Kami belum mengetahui persis diminta," kata Akbar Tanjung.
Akbar mengatakan, pada pemerintahan yang lalu, kader Partai Golkar masuk dalam kabinet. "Seandainya diminta tinggal melanjutkan saja," katanya.
Ia menambahkan jika Partai Golkar diminta tentunya akan menyerahkan dan menitipkan kadernya tersebut agar dapat menyelesaikan misinya dalam lima tahun ke depan.
"Posisi Golkar itu bagaimana dia bisa menyalurkan, menyerap aspirasi rakyat. Terlepas itu ada kader dalam pemerintahan atau tidak, fungsinya memperjuangan aspirasi rakyat," katanya. (*/wan)


















