berita2.com (Jakarta): Staf Khusus Kapolri, Kastorius Sinaga, mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi melalui telepon dengan Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso. Kapolri menjawab, "Saya merasa mual dan pusing sehingga saya tidak bisa menghadiri acara sertijab.”
Pernyataan itu sekaligus membantah semua rumor yang menyebutkan bahwa Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri dipanggil ke Istana sehingga sertijab pejabat Polri ditunda.
“Tidak benar rumor itu. Pukul 17.40, Bapak Kapolri menelepon saya dan mengabarkan dia sedang sakit di rumah dinas,” ucap Kastorius Sinaga seperti dilansir kompas.com, Jumat (13/8/2010).
Lebih jauh Kapolri mengatakan kepada Kastorius, “Pak Kasto, saya ini sedang di rumah dinas. Saya sakit,” demikian Kapolri seperti diceritakan Kastorius. Lalu Kastorius bertanya,” Sakit apa, Pak? Saat ini banyak rumor yang tak jelas menyangkut diri Pak Kapolri.”
Kapolri menjawab, “Biasa, saya kecapaian. Saya merasa mual dan pusing sehingga saya tidak bisa menghadiri acara sertijab.”
Kastorius bertanya lagi, “Ada rumor Pak Kapolri dipanggil atasan, Pak Presiden ke Istana. Bagaimana, Pak?” Bambang Hendarso kemudian membantah hal itu kepada Kastorius. Ia juga membantah penjelasan Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Edward Aritonang. “Saya tidak sempat memberi tahu Kadiv Humas soal kondisi saya,” ungkap Bambang kepada Kastorius. Kapolri mengajak Kastorius bertemu dengannya pada Rabu (18/8/2010).
Staf Khusus Kapolri ini menegaskan, hubungan Kapolri dan Presiden baik-baik saja. “Tolong luruskan hal ini,” kata Kastorius.
Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Edward Aritonang membantah berita yang beredar bahwa “hilangnya” Kapolri selama satu hari ini disebabkan kelelahan dan harus beristirahat di rumah.
“Enggak. Enggak. Pak Kapolri baik-baik saja. Beliau sehat,” kata Irjen (Pol) Edward Aritonang seperti diberitakan Tribunnews.com, Jumat malam ini.
Polri juga tegas membantah bahwa Kapolri urung melantik lima pejabat baru di lingkungan Mabes Polri, salah satunya Kadiv Humas Polri, karena dia dipanggil Presiden. Adapun pemanggilan terjadi setelah seorang perwira tinggi Polri yang terseret mutasi berdasarkan keputusannya tidak dapat menerima keputusan itu.“Enggak. Enggak ada itu. Enggak ada beliau dipanggil,” tuturnya.
Tidak hanya pers yang bertanya-tanya mengenai keberadaan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) usai dibatalkannya sertijab 5 perwira Polri. Anggota DPR pun berusaha untuk mengetahui kondisi BHD.
Anggota Komisi III DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN), Catur Sapto Edi, mengaku sempat mencoba menghubungi BHD melalui telepon sepanjang Jumat (13/8/2010). Namun, panggilannya tidak kunjung mendapat jawaban dari Kapolri.
"Memang sulit. Saya menelepon dia (BHD) susah juga. Biasanya, sih, kalau saya menelepon pasti dijawab oleh beliau," kata Catur kepada detikcom.
Ditanya lebih detil mengenai maksud dirinya menghubungi BHD, Catur enggan membeberkan. "Ya, iseng-iseng saja," katanya.
Apabila kemudian dilaporkan BHD sedang tidak enak badan sehingga sertijab dibatalkan, imbuh Catur, itu merupakan alasan yang sangat manusiawi dan dapat diterima. Menurutnya, Kapolri memang cukup sibuk akhir-akhir ini, sehingga mungkin saja kelelahan.
Namun, jika nanti Kapolri sudah sembuh, ia berharap acara sertijab kelima petinggi Polri itu bisa dilanjutkan kembali. Catur mengaku tetap ingin berprasangka baik terhadap institusi Polri dengan tidak adanya hal-hal yang ditutup-tutupi dalam sertijab tersebut.
Keberadaan BHD sempat menjadi teka-teki menyusul ditundanya acara sertijab di Mabes Polri. Mulanya acara itu batal digelar dengan alasan Kapolri dan Wakapolri sedang ada kegiatan di luar Mabes Polri.
Lalu, Humas Mabes Polri Kombes I Ketut Untung Yoga Ana mengatakan Kapolri tidak datang ke kantor karena mendadak dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, pihak Istana melalui Jubir Kepresidenan Julian A Pasha membantah informasi tersebut.


















