berita2.com (Jakarta): Dianggap 'bermain' dua kaki, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar secara resmi mengimbau kadernya yang saat ini berada di Nasional Demokrat (Nasdem) bentukan Surya Paloh. Golkar meminta kadernya untuk memilih bertahan di Golkar atau keluar dari Nasdem.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, berdasarkan pendekatan politik, dibentuknya Nasdem oleh Surya Paloh adalah respon atas kekalahannya di Musyawarah Nasional (Munas) Golkar bebrapa waktu lalu. Karena itu, Golkar menganggap bahwa Nasdem pada akhirnya nanti akan menjadi rival politik.
"Kalau memang bikin partai seharusnya dia (Surya Paloh) benar-benar mundur dari Golkar. Jadi tegas dan gentleman mengakuinya. Nasdem didirikan pascamunas, ini pasti bentuk kekecewaan SP yang kalah. Karena itu, kami serukan kepada kader Golkar untuk tidak gabung dengan Nasdem, dan mengimbau bagi yang menjadi pengurus Nasdem untuk segera mengundurkan diri untuk bersama-sama fokus membesarkan Partai Golkar," kata Idrus saat menggelar jumpa pers di DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (23/6/2010).
Dalam jumpa pers tersebut, Idrus didampingi oleh wakil Ketua Umum Theo L Sambuaga, dan dua Wakil Sekjen Partai Golkar Nurul Arifin dan Oktavianus.
Beberapa tokoh Partai Golkar yang bergabung dengan Surya paloh di Nasdem antara lain Syamsul Muarif, Ferry Mursidan Baldan, dan Siswono Yudhohusodo. Selain itu, banyak kader Golkar di daerah yang juga telah direkrut dalam kepengurusan Nasdem.
Menurut Idrus, keberadaan Nasdem yang tidak jelas posisinya telah membuat Partai Golkar tidak nyaman. Apalagi, dalam perekrutannya Surya Paloh dkk tidak mengindahkan etika politik karena menggunakan struktur Partai Golkar. Meski secara legal formal Nasdem belum menjadi partai politik dan kader Golkar juga tidak ada larangan untuk bergabung dalam ormas, tetapi Partai Golkar memposisikan Nasdem sebagai ormas yang berbeda.
"Di beberapa daerah, faktanya pendekatan dilakukan Nasdem, sehingga pengurus Golkar juga jadi pengurus Nasdem. Kami yakin pendekatan mungkin saja dilakukan dengan memakai atribut dan struktur Golkar," ujarnya.