berita2.com (Jakarta): Memperingati Hari Buruh Sedunia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berencana mengajak makan siang bersama dengan para pekerja sebuah pabrik di Tangerang, Banten, Sabtu (1/5/2010).
Menurut informasi dari Biro Pers dan Media Rumah Tangga Kepresidenan, Presiden Yudhoyono akan berangkat dari kediamannya di Puri Cikeas Indah, Bogor, Sabtu siang, untuk memperingati Hari Buruh di sebuah pabrik di Tangerang.
Namun, karena kunjungan santap siang tersebut bersifat inspeksi mendadak maka lokasi pabrik tersebut sampai saat ini masih dirahasiakan.
Setiap tahun, Presiden Yudhoyono bersama dengan Ani Yudhoyono selalu memperingati Hari Buruh Sedunia atau "May Day" dengan mengunjungi para buruh di pabrik.
Kepala Negara selalu menyempatkan diri makan siang bersama para buruh serta melakukan dialog.
Tahun lalu, Yudhoyono memperingati Hari Buruh dengan santap siang bersama buruh pabrik PT Panasonic Indonesia di Bogor, Jawa Barat, sedangkan tahun 2008 dia melakukan "ritual" sama dengan buruh Pabrik New Armada, Magelang, Jawa Tengah.
Aliansi Buruh Menggugat (ABM) siap mengepung istana pada peringatan hari buruh. Sekitar 7.000 buruh di Jabodetabek telah menyatakan siap mendukung aksi ini.
"Tadi dalam rapat yang sudah terdaftar sekitar 6.870 orang. Mungkin nanti lebih dari 7.000 orang," ujar Jubir ABM, Budi Wardoyo, Jumat (30/4/2010) malam.
Budi menjelaskan aksi akan dimulai di depan Hoten Nikko di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat. Setelah itu mereka akan melakukan koordinasi di Bunderan HI.
"Kita akan aksi dulu di depan Hotel Nikko. Ada PHK karyawan di sana, kita coba bantu. Baru kumpul di bunderan HI," jelas dia.
Setelah itu para buruh akan melakukan longmarch ke depan kantor Presiden di Jl Medan Merdeka Utara. Mereka akan memusatkan peringatan may day di sana.
"Kita coba untuk mengelilingi rantai manusia mengelilingi Istana Presiden. Tapi kita lihat dulu, kondisi aparat di lapangan. Ini masih situasional," tambahnya.
Menurut Budi tuntutan ABM antara lain memperbaiki kesejahteraan buruh. Selain itu memperkuat industri dalam negeri sehingga tidak tergantung pihak asing dan menyerap tenaga kerja.
"Kami juga memperjuangkan jaminan sosial dan kesejahteraan seumur hidup untuk seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.