Jakarta, (berita2.com): Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dinilai sulit untuk mandiri dan bersikap kritis terhadap pemerintah jika kedua partai besar tersebut masuk ke dalam koalisi pemerintah.
Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli, di Jakarta, Senin, mengatakan, jika Partai Golkar dan PDIP masuk ke dalam koalisi pemerintah maka akan menjadi bagian dari pemerintahan, sehingga mereka harus mendukung apapun kebijakan pemerintah.
"Saya melihat isyarat Partai Golkar dan PDI Perjuangan akan masuk ke koalisi pemerintah cukup besar," kata Lili Romli ketika dihubungi ANTARA, Senin.
Dia mengatakan, dengan terpilihnya Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada musyawarah nasional partai tersebut di Kampar, Riau, Kamis (8/10), maka isyarat masuk ke koalisi pemerintah menjadi semakin terbuka.
"Ini terlihat dari sikap dan pernyataan Aburizal," katanya.
Demikian juga PDI Perjuangan, menurut dia, isyarat masuk ke dalam koalisi pemerintah cukup besar setelah terpilihnya Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI Perjuangan, Taufiq Kiemas, menjadi Ketua MPR.
Menurut Lili, belajar dari pengalaman pemerintahan 2004-2009, Partai Golkar tidak bisa menjadi besar karena berada di bawah bayang-bayang partai pemerintah, yakni Partai Demokrat.
"Dalam koalisi tersebut Partai Golkar tidak bisa mengklaim keberhasilan. Sebaliknya jika ada kebijakan pemerintah yang tidak populis, Partai Golkar juga terkena dampaknya," kata dia.
Jika Partai Golkar dan PDI Perjuangan masuk ke dalam koalisi pemerintahan 2009-2014, menurut dia, maka kedua partai besar tersebut tidak bisa menampilkan karakternya sebagai parpol, karena keduanya menjadi bagian dari partai pemerintah.
"Sebagai bagian dari partai pemerintah, kedua partai tersebut harus mendukung semua kebijakan pemerintah termasuk kebijakan yang tidak populis. Keduanya tidak bisa mengkritisi tapi justru harus melakukan pembelaan," katanya.
Dalam hubungan yang demikian, katanya, Partai Golkar dan PDI Perjuangan sangat sulit untuk bersikap mandiri dan kritis terhadap pemerintah, meskipun fungsionaris kedua partai tersebut mengatakan akan tetap bersikap kritis terhadap pemerintah.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, Partai Golkar di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie enam tahun ke depan akan menjadi partai yang mandiri dan tetap bersikap kritis terhadap pemerintah.
Sedangkan Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI Perjuangan Taufiq Kiemas mengatakan, PDI Perjuangan akan tetap bersikap kritis dan melakukan kontrol dan perimbangan ("check and ballans") terhadap pemerintahan, meskipun ada kadernya yang diberi kesempatan duduk di kabinet. (*SS)


















