Jakarta, (berita2.com): TNI dan Polri menggelar rapat untuk persiapan latihan gabungan penanganan tindak pidana terorisme yang direncanakan digelar dalam bulan ini.
Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen di sela-sela rapat di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat mengatakan, latihan gabungan itu merupakan kelanjutan latihan yang sama pada tahun 2008.
Menurut dia, semula latihan gabungan itu akan dilaksanakan tahun 2009 namun diundur hingga Maret 2010 karena kedua instansi itu memiliki kesibukan masing-masing.
"Pola latihan tahun 2010 ini seperti latihan tahun 2008 yang lalu dimana TNI dan Polri mencoba menanggulangi aksi teroris secara terpadu," ujarnya.
Pada rapat hari ini, tim perancang latihan baik dari TNI atau Polri melaporkan konsep latihan.
"Kita mengharapan agar latihan seperti ini tidak akan menjadi kenyataan," katanya.
Tahun 2008 lalu, TNI dan Polri menggelar latihan gabungan dengan asumsi terjadinya terorisme dengan sasaran kepala negara yang tengah turun dari pesawat, hotel, pasar modal dan kapal.
TNI dan Polri memperagakan penanganan aksi teror oleh TNI saja, Polri saja serta TNI dan gabungan TNI serta Polri.
Kedua aparat itu berharap, mereka telah siap jika sewaktu-waktu ada aksi terorisme dan masing-masing pihak telah tahu porsinya masing-masing.
Sejumlah tempat yang dijadikan tempat latihan saat itu adalah kapal yang melintas di Selat Malaka, gedung Bursa Efek Jakarta, Hotel The Sultan dan Bandara Halim Perdana Kusuma.(*ek)