Sekretaris Jenderal PKS, Anis Matta, di Jakarta, Sabtu, mengatakan, PKS menyambut positif terpilihnya Aburizal Bakrie sebagai ketua umum DPP Partai Golkar periode 2009-2015.
"Kalau Golkar akan bergabung dengan koalisi partai pemenang pemilu dan duduk di pemerintahan, itu tergantung pada sikap pemerintah dan koalisi partai tersebut," kata Anis Matta. Dikatakan Anis, bagi PKS tidak ada masalah dengan langkah yang akan dilakukan Partai Golkar.
Ketika ditanya, apakah jika Partai Golkar mendapat jatah kursi menteri di kabinet pemerintahan lima tahun ke depan tidak akan mengganggu jatah kursi menteri dari PKS, lagi-lagi Anis Matta mengatakan, tidak ada masalah.
Sebelumnya Anis Matta mengatakan, pimpinan PKS sudah membuat kesepakatan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal jumlah dan komposisi kader PKS pada kabinet pemerintahan lima tahun ke depan.
Dikatakannya, pembicaraan antara pimpinan PKS dan Yudhoyono sudah dibicarakan sejak sebelum terpilihnya ketua dewan pembina Partai Demokrat tersebut sebagai Presiden untuk kedua kalinya, pada Juli lalu.
Namun kesepakatan jumlah dan komposisinya, katanya, baru mendapat kepastian pada pertemuan antara pimpinan PKS dan Presiden Yudhoyono di Jakarta, Selasa (6/10).
Wakil Ketua DPR ini juga memberi isyarat jumlah menteri dari PKS pada pemerintahan lima tahun ke depan lebih banyak daripada kabinet pemerintahan 2004-2009.
"Insya Allah, lumayanlah," kata Anis Matta usai silaturrahim antara pimpinan DPR dan wartawan di ruang kerja ketua DPR di gedung DPR Senayan Jakarta, Rabu (7/10).
Namun, Anis Matta tidak bersedia menyebutkan jumlah dan posisinya secara eksplisit dengan pertimbangan etika.
"Saya belum bisa menyebutkan jumlahnya, tidak etis," katanya.
Pada kabinet Indonesia bersatu di pemerintahan Presiden Yudhoyono periode 2004-2009, PKS mendapat jatah tiga kursi menteri, yakni Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Asy`ari, dan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault.
Soal kemungkinan bergabungnya PDI Perjuangan dan Partai Golkar dalam kabinet pemerintahan Presiden Yudhoyono lima tahun ke depan, menurut dia, tidak masalah karena tidak akan mengurangi jatah kursi menteri dari PKS.
Ditanya soal gagalnya mantan Presiden PKS, Hidayat Nur Wahid, menjadi ketua MPR 209-2014, menurut Anis, agak mengecewakan tapi PKS bisa menerima realitas tersebut.
"Dalam konteks pemilihan pimpinan MPR, Partai Demokrat tidak bisa berdiri sendiri tapi harus bersama partai lain dalam koalisi, karena itu PKS bisa menerima kenyataan tersebut," kata Anis.
Menurut dia, PKS belum membicarakan lagi Hidayat Nur Wahid akan ditempatkan di pos mana setelah gagal menjadi ketua MPR.
Ketika ditanya apakah adA kompensasi setelah kegagalan Hidayat Nur Wahid, Anis mengatakan, PKS percaya pada komitmen Presiden Yudhoyono terhadap PKS. (*/wan)


















