Tangerang, (berita2.com): Tiga mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, trauma usai tempat kost mereka digerebek Tim Densus 88, yang bersebelahan dengan kamar dua pelaku teroris, Jumat (9/10) siang tadi.
"Saya dan kedua teman saya masih trauma. Kita kaget tiba-tiba tim Densus 88 mengeluarkan tembakan dan bom ke arah kamar sebelah di mana dua teroris itu bersembunyi," ujar Usep Muzani (17) di Tangerang.
Menurut Usep, ketika itu pukul 11.33 WIB ia bersama dua temannya bernama Dimyati dan Adlan Fauzi sedang berada di lantai II di dalam kamar No 14 Jalan Semanggi II RT 02/03, Kelurahan Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).
"Kita bertiga sedang mengobrol, sementara salah satu teman kamar kos saya bernama Baharuddin pergi sholat Jumat," kata Usep.
Di sebelah kamar keempat mahasiswa UIN itu, kedua tersangka teroris menempati kamar No.15 Jalan Semanggi I RT 02/03, Ciputat, Kota Tangsel.
Dia mengatakan, usai sholat Jumat pukul 12.30 WIB, tujuh hingga delapan orang tim Densus 88 langsung melakukan penembakan dan melempar bom dibantu aparat kepolisian.
"Tim Densus 88 tidak memberikan pemberitahuan akan dilakukan pengrebekan, kita langsung berlari dan akhirnya diamankan polisi," ujarnya mahasiswa semester I Fakultas Usuludin dan Filsafat UIN.
Usep mengatakan, usia melakukan penembakan tim Densus 88 kemudian mendobrak pintu No.15 dalam sekejap mengeluarkan tembakan kedua teroris itu.
"Setahu saya hanya dua orang yang berada didalam kamar itu tewas, tidak ada orang lain lagi selain kedua orang itu," jelas Usep.
Sebelumnya, tim Densus 88 Mabes Polri melakukan penggerebekan di sebuah tempat kost berwarna pink di Jalan Semanggi II RT 02/3, Cempaka Putih, Ciputat, Tangsel.
Dua orang yang diduga teroris tewas ditembak tim Densus 88 usai mengrebek.
Pantauan di lokasi rumah kost tersebut terus didatangai warga sekitar sementara aparat Kepolisian Sektor Ciputat, masih menjaga ketat di pagar rumah kost tersebut.


















