Makassar, (berita2.com) : Mantan wakil presiden HM Jusuf Kalla (JK) mengatakan, kasus Bank Century jangan sampai menghambat pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan.
"Jangan sampai itu menghambat pembangunan dan memberikan energi negatif," kata JK disela-sela peresmian Wisma Kalla di Makassar, Senin (18/1).
Bank Century mendapat dana talangan Rp6,7 triliun. Namun kemudian pemberian dana talangan bernilai trilunan rupiah itu mengakibatkan munculnya protes dari berbagai pihak, sehingga akhirnya DPR membentuk panitia khusus yang diberi nama Panitia Angket Bank Century .
Mengenai reaksi kelompok "Germak" yang melakukan aksi pembakaran terhadap foto anggota Pansus Ruhut Sitompul, karena tidak menerima JK dipanggil dengan sebutan "daeng", ia enggan berkomentar lebih jauh.
Ketika Jusuf Kalla dipanggil oleh Panitia Angket Bank Century , Ruhut berulang kali memanggil mantan wakil presiden itu dengan sebutan" daeng".
Sementara itu, ketika dimintai tanggapannya tentang perdagangan bebas ASEAN-China (China ASEAN Free Trade Agreement/CAFTA), JK juga enggan berkomentar.
Berdasarkan perjanjian itu, maka ratusan jenis barang China bisa masuk ke Indonesia tanpa terkena bea masuk , sehingga dikhawatirkan harganya lebih murah daripada barang Indonesia sendiri.
"Itu urusan Menteri Perdagangan(Mari Pangestu, red) ," kilahnya.
Sebelum meninggalkan Wisma Kalla bersama sejumlah mantan menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid satu, JK sempat dicegat Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo dan Walikota Makassar H Ilham Arief Sirajuddin.
Ketiganya berbicara serius tentang penyediaan energi di daerah ini, khususnya untuk menyuplai gedung-gedung pencakar seperti Wisma Kalla yang berlantai 16.
Hal itu mengingat ketersediaan energi di Wilayah Sulsel, Sulbar dan Sultra cukup terbatas, dan hal itu sangat dirasakan dampaknya khususnya pada musim kemarau dengan adanya pemadaman bergilir dua hingga tiga kali sehari.


















