Jakarta, (berita2.com) : Pakar pemerintahan dan mantan Menteri Negara Otonomi Daerah Prof Dr Ryas Rasyid mengatakan, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono tidak akan melakukan `reshuffle` sebab akan muncul kesan telah terjadi salah pilih orang.
"Soalnya, kalau sampai terjadi `reshuffle` maka ada kesan persiden juga salah pilih orang. Jadi kemungkinan tak akan ada `reshuffle` itu," katanya, di Jakarta, Jumat (15/1), terkait Presiden SBY yang berencana mengevaluasi kinerja kabinet pasca 100 hari kerja mereka.
Ia juga tidak yakin langkah evaluasi itu merupakan upaya menekan Pansus Angket Century atau fraksi-fraksi dalam koalisi besar.
"Evaluasi itu hal yang biasa untuk menentukan langkah selanjutnya," katanya.
Ryas Rasyid yang juga mantan anggota DPR RI ini juga menilai, meski para menteri sebagian besar diusul oleh partai, tapi keputusan penempatannya di kabinet itu dilakukan oleh Presiden.
Dia enggan memberikan keterangan spesifik tentang menteri-menteri yang cukup signifikan kinerjanya menjelang 100 hari pertama bekerja.(*un)


















