Jakarta, (berita2.com) : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, ada lima isu penting yang akan menjadi fokus perhatian pemerintah lima tahun mendatang.
Ke lima hal itu, menurut Presiden dalam pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2010 di Jakarta, Senin (4/1) adalah investasi, infrastruktur, pembiayaan, pasar domestik dan kerja sama global.
"Isu-isu penting ini akan kita hadapi dan kelola sebaik-baiknya," kata Kepala Negara.
Dijelaskan bahwa hal-hal yang akan mendukung tercapainya ke lima hal itu adalah upaya menarik investasi sebanyak-banyaknya untuk mendukung pembangunan.
"Investasi baik melalui pusat maupun daerah akan berkembang jika kondisi riil yang mendukung hal itu tercipta," katanya.
Presiden juga menjelaskan bahwa investasi diperlukan untuk menunjang pembangunan infrastruktur. Sedangkan terkait sumber pembiayaan, Presiden mengatakan bahwa diperlukan suatu mekanisme yang kredibel untuk pembiayaan pembangunan.
"Kita harus punya strategi nasional untuk pembiayaan," ujarnya. Kepala Negara juga menggarisbawahi keperluan untuk mendorong keterhubungan antar provinsi guna mendorong berkembangnya pasar domestik.
Sekalipun berkomitmen mendorong pasar domestik, namun menurut Presiden, kerjasama global adalah sesuatu yang tidak dapat diabaikan.
Ia mengimbau semua elemen di Indonesia agar tidak memiliki pikiran sempit seolah-olah tidak memerlukan kerja sama global.
Selain memfokuskan perhatian dalam mendorong ke lima sektor tersebut, Kepala Negara juga mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan sinergi antara pusat dan daerah, dunia usaha dan parlemen pada lima tahun mendatang.
Pada kesempatan itu Presiden juga menjelaskan tentang target-target yang akan dicapai pemerintah pada lima tahun mendatang yakni pencapaian pertumbuhan ekonomi 6,6-7 persen, penurunan angka kemiskinan dari 14 persen menjadi 8-10 persen dan penurunan angka pengangguran dari 8 persen menjadi 5-6 persen pada 2014.
Untuk mencapai semua itu, lanjut Kepala Negara, perlu dipastikan agar kondisi di dalam negeri betul-betul kondusif bagi pembangunan ekonomi.
Presiden menilai keberhasilan Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara yang mencatat pertumbuhan ekonomi positif pada 2009 juga didukung oleh kondisi politik yang relatif stabil, kohesi sosial yang baik, keamanan yang terjaga, penegakan hukum, keberhasilan kampanye antikorupsi, desentralisasi yang tertata dan kerja sama luar negeri yang konkrit.
Pada 2009, Bursa Efek Indonesia juga dinyatakan sebagai yang terbaik di Asia Tenggara dan nomor dua di Asia Pasifik.
Turut hadir dalam acara pembukaan perdagaan BEI 2010 itu antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa.
Usai memberikan pengarahan, Kepala Negara menyempatkan diri melakukan dialog dengan para undangan, sebelum kemudian dijadwalkan melayat wakil ketua DPR Marwoto Mitrohadjono, yang disemayamkan di Gedung DPR RI Senayan.(*un)


















