berita.2 (Jakarta): Isu berteduhnya Khofifah Indar Parawansa ke Golkar sebenarnya bukan berita baru. Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie pernah meminang langsung mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan/Kepala BKKBN tersebut.
Kisahnya begini. Waktu itu, 2008, kemenko Kesra menggelar halalbihalal, dan mengundang Ketua Umum Muslimat NU Khofifah berbicara soal kebudayaan.
Usai berceramah, giliran Menko Kesra Aburizal Bakrie beridato. Dengan banyak senyum Ical, panggilan akrab Aburizal Bakrie 'melamar'; Khofifah masuk ke jajaran pimpinan DPP Partai Golkar.
Apa jawaban Khofifah? Waktu itu hanya senyum-semyum saja.
Suatu saat menjelang masa bakti Kabinet Indonesia Bersatu usai, Kemenko Kesra mengajak karyawannya santai di kawasan Lembang, Jawa Barat. Di tengah dinginnya suasana waktu itu, seorang wartawan mendekati Ical. Dia menanyakan siapa bakal penggantinya andai SBY menawarkan kursi Kemenko Kesra kepada Golkar?
Waktu itu Ical memberikan jawaban, namun dengan syarat tidak untuk disiarkan. Ketika kabinet diumumkan ternyata jawaban 'tidak untuk disiarkan' benar, Agung Laksono menggantikan Ical.
Satu lagi pertanyaan, kenapa Khofifah tidak masuk dalam jajaran pengurus DPP Partai Golkar? Ical pun memberikan jawaban off the record. Sampai detik ini jawaban Ical memang tidak pernah terkuak. Begitu kisahnya.
Seperti diketahui Wakil Sekjen Partai Golkar, Nurul Arifin mengatakan, partainya tengah mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk meraih target suara yang diharapkan.
‘’Langkah strategis itu salah satunya menjaring tokoh-tokoh potensial, seperti Khofifah (Khofifah Indar Parawansa-red). Hubungan Pak Ical (Aburizal Bakrie-red) secara pribadi pun sangat baik dengan ketua Muslimat NU tersebut,’’ katanya kepada wartawan, Jumat (30/12).
Selain Khofifah, lanjutnya, ada beberapa tokoh lagi yang juga dibidik oleh Partai Golkar. Hanya saja, Nurul masih belum mau menyebut siapa saja orang-orang yang diincar oleh partai bergambar pohon beringin tersebut.
‘’Kriterianya, memiliki ketokohan, berakar di grass root, bersih track record-nya dan independent sebagai individu,’’ jelas anggota Komisi II DPR RI tersebut.
Mengenai masuknya Khofifah dalam jajaran Partai Golkar, Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Thohari mengemukakan, mantan menteri Pemberdayaan Perempuan tersebut sudah bergabung dengan Partai Golkar sejak lama.
Secara pasti, lanjutnya, setelah pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar di Pekanbaru, Oktober 2009.
Wakil Ketua MPR RI tersebut mengaku, masuknya Khofifah sebagai hal yang biasa. sama seperti bergabungnya Ali Muchtar Ngabalin, Laode Ida, dan sebagainya.
Makanya, tak akan langsung menarik gerbong suara dari massa ormas Islam NU pada pemilu mendatang. ‘’Pada era demokrasi seperti sekarang ini tidak ada lagi lokomotif yang menarik gerbong,’’ ujarnya. (her)


















