berita2.com (Malang, Jawa Timur): Warga Nahdlatul Ulama (NU) se-Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi menolak Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tembakau yang dianggap mengebiri hak hidup dan hak bekerja petani tembakau.
"RPP tembakau akan mematikan kami, dengan mencabut hak bekerja dan hidup bagi petani tembakau," ujar Yayuk Istianah Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Jawa Timur disela pernyataan sikap digelar di DPRD Kabupaten Malang, Jalan Panji, Kepanjen, Sabtu (3/12/2011).
Yayuk menambahkan, untuk menghindari dampak sosial ekonomi yang makin meluas petani tembakau yang tergabung dalam LPPNU menyatakan sejumlah sikapnya, yakni menuntut secara khusus kepada Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono untuk membatalkan RPP tembakau yang dinilai mematikan petani tembakau, serta untuk mengevaluasi Kementerian Kesehatan yang telah mencabut ketentraman petani tembakau, dan memberikan sikap kepada Kementrian Pertanian yang telah gagal melindungi dan mengembangkan petani tembakau.
"Menteri Pertanian juga gagal melindungi petani tembakau. Pernyataan sikap ini akan kita kirimkan langsung kepada presiden," ucap wanita berjilbab ini.
Yayuk menegaskan bahwa pemerintah harus banyak melakukan pertimbangan dalam RPP tembakau mengacu pada Undang-Undang Kesehatan, bahwa tembakau menjadi salah satu indikator merusak kesehatan, di sisi lain tembakau juga menjadi harapan hidup petani. "Tembakau juga bisa menjadi obat, bukan hanya merusak kesehatan. Ini yang harus diperhatikan pemerintah," tutur Yayuk.
Petani tembakau ini mengancam akan melakukan aksi lebih besar lagi, jika pemerintah tak segera memberikan respon positif. "Kami akan menggelar aksi lebih besar, jika tidak ada tanggapan dari pemerintah," tantang Yayuk.(Heri)


















