berita2.com (Situbondo, Jawa Timur): Pasukan Gultor Raider 514 Kostrad menggelar melakukan serangan terhadap para teroris yang menyekap puluhan sandera di 8 gedung pemerintah dan kantor BUMN.
Serangan terhadap musuh dilakukan melalui udara merupakan andalan prajurit untuk melepas sandera di setiap gedung. Prajurit TNI Raider 514 Kosrad saat melakukan penyerangan terhadap musuh, dimulai dengan menerjunkan pasukan penaggulangan teroris Gultor, untuk membebaskan para sandera pejabat di kantor pemkab Situbondo.
Tembakan terhadap musuh pun dilepas dan pasukan Raider bergerak cepat melepas sandera dari kawanan teroris. Selanjutnya pasukan gultor raider bergerak ke gedung DPRD yang juga ada penyanderaan anggota dewan. Serangan melalui udara dengan pasukan khusus menjadi andalan prajurit Raider 514 Kostrad.. Sesaat setelah diterjunkan dari helicopter, pasukan langsung melepas tembakan dan menyerang ke dalam gedung Dewan.
Para sandera pun berhasil diselematkan dan para teroris juga dilumpuhkan. Selain melepas sandera di dua kantor pemerintah, prajurit juga harus membebaskan sandera lainnya yang disekap di 6 kantor BUMN, salah satunya di kantor Telkom yang berada di kawasan kota. Prajurit Gultor kembali diturunkan dari udara di tengah kesibukan jalan raya. Kondisi ini membuat warga panic, karena disangka penyerangan sungguhan. Padahal aksi serangan teroris ini merupakan simulasi penyerangan teroris yang dilakukan pasukan Gultor Raider 514 Kosrad.
“Saya sempat panic, mas ! badan saya gemetar melihat ada pasukan turun dari helicopter, saya kira telah terjadi seranagn teroris di sini ( Situbondo-red), ndak taunya hanya simulasi” ujar Suradji, seorang PNS yang berada di lokasi.
Menurut Komandan Yinif 514 Kostrad Letkol.Inf. Ade Rizal Muharram ketika ditemui disela-sela kegiatan menerangkan bahwa simulasi serangan teroris oleh prajurit Raider 514 Kostrad tersebut merupakan rangkaian latihan selama 8 hari di wilayah latihan tempur di Situbondo. Ratusan prajurit diturunkan dalam simulasi teroris tersebut, mereka terus dilatih ketrampilan untuk menghadapi aksi teror yang sewaktu-waktu mengancam keamanan dalam negeri.(wir)


















