Jakarta,(berita2.com): Usai sudah teka-teki siapa menduduki pos apa dalam kabinet Indonesia bersatu jilid dua. Tepat pukul 22.00, presiden SBY mengumumkan langsung komposisi kabinet sejumlah 34 kursi ditambah dengan tiga kursi pejabat setingkat menteri.
Dari ke 34 nama menteri, muncul nama baru yakni Endang Rahayu Sedyaningsih, dengan latar belakang kepala laboratorium di Namru (Naval Medical Research Unit) dan bekerja di Litbang Depkes. Dia mendapat gelar dokter dari FKUI tahun 1979 dan menggondol Phd dari Harvard University, Amerika Serikat.
Persoalannya adalah apa yang membuat SBY berfikir kembali untuk mengocok ulang kandidat menteri kesehatan? Selanjutnya siapakah sebenarnya Endang Rahayu S? Adakah pihak luar misalnya Amerika mengintervensi SBY, mengingat kasus Namru yang pernahmenghebohkan dunia kesehatan kita dan mempermalukan Amerika.
Jika ditelusuri lebih jauh, pertanyaan di atas akan menjadi jelas dengan beberapa fakta berikut. Mantan menteri kesehatan Siti fadilah secara blak-blakan mengomentari tentang rekam jejak Endang. “Dalam kasus Namru, Dia pernah saya mutasi karena dokter Endang membawa virus yang dilarang ke luar negeri. Dia membawa virus tanpa setahu kita. Itu ada sekitar 58 virus ke Hanoi tanpa setahu siapapun juga," kata mantan menkes Siti Fadilah Supari kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/10/2009).
Siti Fadilah menerangkan, kala itu Endang beralasan membawa virus untuk diteliti karena ada profesor kenalannya yang datang ke Hanoi. Namun tetap saja hal itu tidak bisa dibenarkan.
"Tapi untuk saya, membawa virus keluar tanpa sepengetahuan saya adalah pelanggaran," tegasnya. Sebagai konsekuensi menurut Siti Fadilah karir Endang di Depkes sempat tersandung dan saya pernah memindahkannya (mutasi) dan melarangnya mengurus virus kembali, tambah Siti Fadilah.
Lantas, mengapa Endang dipilih? Hanya SBY yang tahu. Kabarnya, Endang datang ke Cikeas pukul 13.45 WIB dengan ditemani Dino dan calon Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa. Inilah “cluenya”, Endang dikawal oleh “American Boy” menuju Cikeas. Kita tentu masih ingat, Dino pernah diisukan sebagai bagian dari “CIA” yang berada di ring satu SBY. Pun, Dino pula yang mencoba membela kepentingan Amerika di Namru yang telah merugikan dan merendahkan martabat Indonesia. Kedepan, semoga saja, Endang memaknai “taubatnya” selama di Namru, dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. (SS)


















