Jakarta. (berita2.com): Menteri Agama Suryadharma Ali membuka seminar internasional pendidikan madrasah negara-negara E-9, Bangladesh, Brazil, China, India, Indonesia, Meksiko, Mesir, Nigeria dan Pakistan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa(03/11).
Seminar yang berlangsung tiga hari, 3 hingga 6 November tersebut dimaksudkan guna mensosialisasikan model pendidikan madrasah modern dan membangun komitmen dari negara E-9 yang tertarik dalam membantu program pendidikan madrasah.
Pendidikan madrasah, kata Menag, tergolong khas karena berbeda dengan pendidikan nasional yang ada di negara ini. Madrasah pada zaman kolonial dianaktirikan. Karena itu sistem pendidikan madrasah pun berbeda dengan negara Islam lainnya.
Karena itu, seminar tersebut amat penting bagi kemajuan pendidikan secara umum. Tujuan seminar itu sendiri dimaksudkan untuk mendapat masukan dan tukar pengalaman dengan negara E-9 dalam rangka menemukan cara terbaik untuk meningkatkan profesionalitas pendidikan dan tenaga pendidikan di Indonesia.
Selama semiar berlangsung, para pemerhati pendidikan dari negara ASEAN pun hadir sebagai pemantau. Kegiatan ini pun diisi dengan kunjungan ke beberapa madrasah nunggulan berstandar nasional di antaranya Madrasah Aliyah Negeri(MAN) Insan Cendikia Serpong Tangerang dan dilanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Al Masthuriyah, Sukabumi.
Indonesia dalam pertemuan kali ini mengangkat program unggulan pada 2008 dan 2009 tentang penyelenggaraan madrasah modern.
Hadir dalam seminar tersebut Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Moh Nuh, Dirjen Pendidikan Islam Departemen Agama Moh. Ali dan para praktisi pendidikan dari dalam negeri dan luar negeri.(*ek)