berita2.com (Surabaya, Jawa Timur): Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar International Seminar On Applied Technology, Science and Arts (APTECS) ketiga di Grha 10 November ITS pada Selasa (06/12/2011). APTECS dihadiri pakar-pakar sains teknologi dan seni dari dalam dan luar negeri.
Seminar bertema sumber daya optimasi didasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemandirian bangsa ini mendatangkan keynote speaker dari University of Newcastle, Prof Mark G Stewart BE, PhD, FIEAust, CPEng, dan Anton Apriyantono dari Komite Nasional Inovasi.
Rektor ITS, Prof Dr Ir Triyogi Yuwono DEA, mengatakan sumber daya yang terbatas disertai meningkanya pemanfaatan untuk memenuhi kebutuhan manusia telah menjadi masalah yang harus diselesaikan melalui upaya bersama.
“Pendekatan yang berbeda sedang terus dikembangkan untuk menerapkan konsep efisiensi dan keberlanjutan dalam memanfaatkan sumber daya,” katanya.
Sumber daya optimasi telah menjadi konsep keharusan bagi setiap negara, termasuk Indonesia, untuk mencapai kemandirian bangsa. Sumber daya manusia telah di identifikasi sebagai faktor penentu untuk mencapai kemandirian bangsa.
“Saya gembira dengan digelarnya seminar APTECS ketiga ini. Semoga bisa memberikan perkembangan terbaru di daerah penelitian yang berbeda dengan tujuan akhir optimasi sumber daya,” ujarnya.
Beragam topik dibahas dalam seminar, yang meliputi Energi Terbarukan dan Power System, Efisiensi Energi, Energi Restrukturisasi, Panen Energi dan Sistem Pemulihan, Teknologi Kelautan, Penyelesaian Manusia dan Lingkungan, Transportasidan Prasarana Wilayah, terrestrials dan Bencana,
Elektronika, Mekatronika, Game Teknologi, Informasi dan Teknologi Komunikasi, Manufaktur, Material Science, Proses Industri, Bioteknologi, Teknik Biomedis, Nanoteknologi dan Sains Nuklir, Seni dan Industri Kreatif, Ilmu Sosial dan Teknologi, Life Science, Industri dan Bisnis Mikro.
Pada akhir seminar, diharapkan jaringan internasional dan upaya bersama pada sumber daya optimasi akan terbentuk antara universitas dan lembaga, baik di dalam maupun luar negeri.
Seperti seminar APTECS sebelumnya, kali ini juga dimarakkan dengan diskusi secara sinergis antara peneliti dan praktisi yang terbagi dalam 10 ruang seminar sesuai bidang keilmuan masing-masing. Juga ditampilkan pameran karya mahasiswa seperti tugas kuliah dari mahasiswa desain produk berupa kursi dan mobil sapu angin yang pernah menang di Shell Eco Marathon di Sepang Malaysia. (natalia)


















