berita2.com (Ponorogo, Jawa Timur): Tingginya angka kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan korban meninggal dunia, membuat Jajaran Polres Ponorogo membuat sejumlah gebrakan.
Salah satunya, menggandeng Perguruan Tinggi untuk memasukkan pendidikan lalu lintas kedalam kurikulum. Ide inipun, oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo disambut Positif. Setelah menadatangani Mou Kamis (1/12/12), kedua perguruan tinggi inipun segera menanti teknis pelaksanaannya.
Kapolres Ponorogo, AKBP Yuda Gustawan mengatakan, ini merupakan tindak lanjut dari undang-undang lalu lintas, untuk bersama-sama komunitas kampus memasukkan kedalam kurikulum. Sehingga, diharapkan terdapat tindakan pencegahan terjadinya kecelakan lalu lintas. Untuk tingkat SMP dan SMA telah dilakukan. “Rata-rata kecelakaan terjadi tiga kali dalam, sehari di Ponorogo, sehingga perlu adanya pendidikan lalu lintas dimasukkan kurikulum. Terutama terjadi pada pengendara sepeda motor,” terangnya.
Lulusan Akpol 1993 itu juga mengatakan, secara teknis, nantinya tergantung dari perguruan tinggi masing-masing. Dimasukkan dalam oreintasi mahasiswa atau dalam mata kuliah yang lain. Tapi yang terpenting, dimasukkan dalam tahap awal yaitu saat orientasi pengenalan mahasiswa baru. “Upaya ini mendapat dukungan penuh dari pihak perguruan tinggi. Sehingga, saat ini tinggal melaksanakan saja. Dan berharap, dapat menekan angka kecelakan di Ponorogo,” katanya.
Sementara, rektor Unmuh Ponorogo, Sulton mengatakan, insiden kecalakaan hampir terjadi pada mahasiswanya, terutama saat pelaksanaan ospek dikampus. Ini terjadi, lantaran mahasiswa tergesa-geasa dalam mengendari sepeda motor. Selain itu, banyak dikalangan mahasiswa yang mengendari motor secara ugal-ugalan. Sehingga MoU ini dapat menjadi jalan untuk mengurangi angka kecelakaan. “Bisa dimasukkan saat ospek, atau bahkan masuk dalam kurikulum. Seperti mata kuliah kewarganegaraan. Dan kerjasama ini kita sambut positif,” pungkasnya. (ded)


















