berita2.com (Surabaya Jawa Timur): Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono DEA, melantik empat pembantu rektor (purek) baru periode 2011-2015 pada Selasa (16/8). Mereka menggantikan para pejabat sebelumnya.
Keempat purek baru tersebut adalah Prof. Dr. Ing. Herman Sasongko dari jurusanTeknik Mesin, Dr. Ir. Muhammad Faqih dari jurusan Arsitek, Prof. Drs. Nur. Iriawan Msc PhD dari jurusan Statistika dan Prof. Dr. Darminto MSc. dari jurusan Fisika. Selain itu juga dilakukan pelantikan Direktur Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Ir. Muhammad Mahfud MT.
Prof. Herman menjadi PR I membawahi bidang akademik dan kemahasiswaan, Dr. M. Faqih sebagai PR II untuk bidang keuangan dan perencanaan, Prof. Nur Irawan menjadi PR III bidang SDM dan organisasi, sedangkan Prof. Darminto sebagai PR IV bidang penelitian, kerjasama dan inovasi.
Yogi mengatakan, keempat purek tersebut dipilih karena memenuhi kompetensi. “Mereka memenuhi kriteria yang ditetapkan dan berpengalaman,” ujarnya usai pelantikan di Grha ITS.
Para purek tersebut, katanya, akan menghadapi tugas dan tantangan yang berat karena tingkat kompetensi antar perguruan tinggi makin ketat. Untuk itu, ITS harus menghasilkan produk riil. Mereka diharapkan bisa membantu mewujudkan ITS menjadi research university bertaraf internasional pada 2017 mendatang.
“Mulai sekarang para purek harus berupaya keras untuk mewujudkannya selama masa jabatan sampai 2015. Kiprah ITS harus banyak diperuntukkan masyarakat Indonesia. ITS harus membumi untuk memajukan Indonesia,” ujarnya.
PR I, Prof. Herman menyatakan siap mengemban amanah yang diberikan. Cita-cita ITS memang menjadi research university berskala internasional, namun tak kalah penting adalah bagaimana proses ke arah itu.
“Kita harus buktikan dulu di Indonesia. Hasil penelitian kita harus bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, PR II, Dr. Faqih berencana untuk mencari dana sebanyaknya untuk dialokasikan secara benar, efisien dan akuntabel bagi pengembangan ITS. Dana itu akan digunakan untuk membiayai laboratorium, mengembangkan sistem informasi manajemen (SIM) anggaran. Semuanya diatur melalui teknologi informasi. Nantinya semua transaksi dilakukan melalui bank sehingga mengurangi penyimpangan penggunaan dana.
PR III, Prof. Nur Irawan, mengatakan akan ada perombakan besar di keorganisasian ITS. Penempatan SDM sesuai dengan kompetensi dan kebidangan. SDM akan lebih diberdayakan, kompetensi akan dikupas dan akan ada perencanaan karir. Karyawan maupun dosen juga akan disekolahkan, demi kebersamaan dan keunggulan ITS.
Sedangkan PR IV, Prof. Darminto menekankan world class research university yang dicanangkan ITS.. Aspek-aspeknya menjadi perhatian penting agar dapat menarik mahasiswa asing belajar di ITS, khususnya mahasiswa pasca sarjana.
“Dari segi riset misalnya, saat ini ITS sudah tergolong dalam kategori mandiri bersama 10 perguruan tinggi lainnya. ITS harus terus memantapkan riset-riset unggulannya. Hasil riset-riset yang sudah ada, didorong untuk dipatenkan. Jangan hanya disimpan di laci, tapi harus diterapkan agar berguna bagi masyarakat,” ujarnya. (natalia)