Jambi, (berita2.com) : Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) M Jusuf Kalla menargetkan dalam dua tahun bisa memiliki persediaan darah empat juta kantong atau dua persen dari jumlah penduduk Indonesia.
"Rumusnya itu 4X4. Artinya empat juta kantong darah untuk persediaan empat hari. Sekarang ini baru cukup untuk dua hari," katanya saat bertatap muka dengan para pengurus dan relawan PMI Jambi di Jambi,Jumat (12/2).
Lebih lanjut Jusuf Kalla menjelaskan, persediaan dan kebutuhan darah yang paling aman adalah sebesar tiga persen dari jumlah penduduk, sementara yang ada di PMI saat ini baru mencapai 1,7 juta kantong darah saja.
"Jadi targetnya dalam dua tahun tercapai itu (empat juta). Tahun ini tiga juta, nanti naik terus," kata Jusuf Kalla.
Untuk bisa mencapai target tersebut, tambah Kalla, diperlukan perubahan budaya.
Menurut mantan Wapres itu, harus mulai dikampanyenya budaya menjadi donor sebagai gaya hidup dan kebutuhan.
"Jadi menjadi donor sebagai gaya hidup. Kalau belum donor, belum sempurna, belum simpati kemanusiaan. Jadi belum lengkap," kata Jusuf Kalla.
Untuk itu Kalla merencanakan akan melakukan program jemput bola. Caranya dengan membentuk unit-unit kecil transfusi darah yang akan ditempatkan di pusat-pusat perbelanjaan, kampus-kampus maupun mesjid.
"Kita akan buat unit-unit donor menetap di tempat umum, kampus, mall, mesjid. Kita akan buat pabrik kantong darah, sehingga tidak perlu tergantung impor lagi," kata Jusuf Kalla.
Menurut Jusuf Kalla, para mahasiswa perlu diubah pandangannya bahwa berjuang bukan hanya melalui demo-demo. Menjadi penumbang darah (donor) merupakan perjuangan yang sangat mulai.
"Jadi jangan habiskan waktunya berdemo. Kita ubah dari teriakan --kita berjuang sampai titik darah penghabisan -- tetapi kita ganti --kita berjuang sejak darah pertama untuk kemanusiaan," kata Jusuf Kalla yang disambut tepuk tangan meriah.(*un)
































