Surabaya, (berita2.com): Sekitar sepuluh persen masyarakat Indonesia berpotensi mengalami gangguan kecemasan menyeluruh atau Generalized Anxiety Disorder (GAD).
Direktur Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya dr Hendro Riyanto, Sp. KJ. MM, di Surabaya, Jumat, mengatakan, penyebab GAD hingga saat ini masih sulit untuk diketahui secara pasti.
Namun, ia mengatakan ada beberapa faktor penyebab terjadinya GAD, yaitu faktor genetik atau keturunan, lingkungan, biologik dan kepribadian.
"Faktor genetik terjadi karena keturunan. Jika orang tuanya pencemas, maka anaknya juga bisa mengalami gangguan kecemasan berlebihan," katanya.
Gangguan kecemasan menyeluruh yang disebabkan faktor lingkungan, awalnya terjadi karena sering ditakut-takuti di masa kecil sehingga pada usia remaja cenderung menjadi individu pencemas.
Pada faktor biologi disebabkan ketidakseimbangan otak (neurotransmitter), sementara untuk faktor kepribadian dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang terbentuk sejak lahir.
Gangguan kecemasan menyeluruh muncul ditandai dengan jantung berdebar-debar, keluar keringat dingin, dan sesak napas secara menyeluruh.
"Gejalanya bisa campur aduk dan jika tidak mendapatkan pengobatan bagus, penyakit tersebut bisa menetap," katanya.
Meskipun masih menjadi penyakit gangguan jiwa ringan, namun jika dibiarkan terus menerus akan menghambat produktivitas seseorang.
Untuk saat ini, penyembuhan penyakit gangguan kecemasan bisa diobati dengan cara psikoterapi dan pengobatan medis.
"Melalui psikoterapi, penderita akan diberikan manajemen mengatur kecemasan," katanya.
Ia menambahkan, GAD bisa terjadi sejak usia dini sampai dengan lanjut usia (lansia).
"Kecemasaan pada anak-anak, contohnya bisa terjadi ketika mereka mulai memasuki bangku sekolah. Sedangkan pada lansia disebabkan kecemasan atau kekhawatiran terhadap keluarga dan pasangan yang akan meninggalkannya," katanya.(*ek)