Berita2.com (Jakarta): Karena terkait kasus hukum, dan tidak muncul-muncul setelah beberapa kali dipanggil, Nunun Nurbaetie isteri Adang Darajatun, mantan petinggi Polri yang sekarang menjadi anggota DPR RI dari PKS itu, akhirnya akan dijemput paksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Singapura. Pelaksaan langkah hukum tersebut masih dikoordinasikan oleh tim penyidik.
"Secara internal itu masih dikoordinasikan," kata Wakil Ketua KPK M Jasin di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Jumat (30/4/2010).
Menurut Jasin, segala sesuatu tentang proses penjemputan masih perlu
dibicarakan. Sebab, untuk melakukan penjemputan tidak mudah. Terlebih dilakukan di Singapura yang belum mempunyai perjanjian ekstradisi dengan Indonesia. "Itu nanti tergantung hasil koordinasi," tutupnya.
Nunun sebelumnya diketahui berada di Singapura untuk menjalani pengobatan sakit lupa berat yang dideritanya. Hakim Pengadilan Tipikor sudah berkali-kali meminta pada KPK agar menghadirkan istri Adang Daradjatun tersebut di persidangan.
Namun, hingga saat ini Nunun belum juga dijemput ke Indonesia. Penyidik KPK sebelumnya berjanji untuk mengirim tim ke Singapura untuk memastikan kondisi Nunun yang sebenarnya.
Ditjen Imigrasi akan menyita paspor Nunun begitu menginjakkan kaki di Indonesia. "Nanti kalau dia pulang kita langsung cabut di bandara," kata Direktur Penyidikan dan Penindikan M Husin di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Jumat (30/4/2010).
Imigrasi memastikan hingga saat ini istri Adang Daradjatun tersebut belum kembali ke Indonesia. Husin berjanji, akan menginformasikan kepulangan Nunun ke KPK. "Pokoknya kalau sudah pulang nanti pasti ditarik ke imigrasi," tegasnya.
Nunun sebelumnya diketahui berada di Singapura untuk menjalani pengobatan sakit lupa berat yang dideritanya. Hakim Pengadilan Tipikor sudah berkali-kali meminta pada KPK agar menghadirkan istri Adang Daradjatun tersebut di persidangan.
Namun, hingga saat ini Nunun belum juga dijemput ke Indonesia. KPK sebelumnya berjanji untuk mengirim tim ke negeri singa tersebut untuk memastikan kondisi Nunun.