Jakarta, (berita2.com):Pengamat perbankan, Farial Anwar mengatakan, kasus dana talangan (bailout) Bank Century sangat perlu dibawa ke pengadilan untuk membuktikan apakah benar dana tersebut dipakai untuk membantu bank tersebut atau tidak.
Pemberian bailout Bank Century sebesar itu harus dibuktikan dengan membawa masalah ini ke pengadilan untuk membuktikan ada tidaknya kesalahan kebijakan atau keputusan sehingga bank kecil seperti itu memerlukan dana yang cukup besar, katanya di Jakarta, Jumat(05/03).
Farial Anwar yang juga Direktur Currency Management Group, mengatakan, keputusan DPR mengenai dana talangan Bank Century bermasalah harus dilanjutkan ke pengadilan dan ini untuk membuktikan bahwa dana itu memang diperlukan untuk mengatasi krisis.
"Kami harapkan kasus tersebut dapat dibawa ke pengadilan sehingga masyarakat dapat mengetahui dengan jelas permasalahannya," katanya.
Ia mengatakan, kasus Bank Century ini jangan dibeda-bedakan dengan kasus sebelumnya seperti mantan gubernur BI Burhanuddin Abdulah dan Syahril Sabirin karena kesalahan dalam menempatkan kebijakan mereka masuk penjara.
Begitu pula dengan mantan gubernur BI Boediono dan Menkeu Sri Mulyani kalau memang mereka di pengadilan terbukti bersalah dalam menerapkan kebijakannya, keduanya harus dihukum, katanya.
Karena itu, lanjut dia apabila kasus ini dilimpahkan ke pengadilan, maka diharapkan para aparat hukum dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan koridor hukum sehingga tidak ada yang "main belakang".
Apabila kasus ini tidak dibawa ke pengadilan, maka akan banyak pejabat yang akan membuat mereka seenak saja melakukan kebijakannya dalam mengambil keputusannya, katanya.
Contoh China
Ia memberi contoh di China, seorang menteri yang berbuat salah dibawa ke pengadilan, karena melakukan kesalahan dan pejabat tersebut akhirnya dihukum.
Di Indonesia yang saat ini ramai dibicarakan , seharusnya yang bersalah mendapat hukuman dan bukannya dibela atau ditutup-tutupi, ujarnya.
Ditanya mengenai pernyataan Presiden Susilo Bambang udhoyono , kemudian Farial Anwar mengatakan, pengadilanlah yang bisa membuktikan bahwa dana itu dipakai untuk mengatasi krisis.
Karena itu, kasus ini harus dibawa ke pengadilan untuk membuktikan apakah ini merupakan kesalahan kebijakan atau ada faktor lain, ucapnya.
Mengenai dukungan perbankan, ia mengatakan, perbankan juga harus melihat lebih jauh bahwa dana masyarakat yang sangat besar itu harus dipertanggungjawabkan.
"Kami optimis dengan kasus ini, apabila dibawa ke pengadilan akan memberikan kepastian hukum apa bersalah atau tidak," ucapnya.(*ek)


















