Syaifudin Zuhri alias Soleh yang diketahui sebagai warga Perum Telaga Kahuripan Parung Bogor, Jawa Barat itu, mayatnya sedang dilakukan identifikasi oleh Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis).
Tiga mobil Inafis yang datang ke RS Polri, sedang melakukan identifikasi sidik jari. Setelah dua jam melakukan pemeriksaan, sekitar pukul 16.45 WIB tim Inafis meninggalkan RS Polri Kramat Jati.
Namun saat ini, belum ada satupun keterangan resmi mengenai hasil identifikasi kedua jenazah teroris tersebut.
Tim Inafis pun melakukan pemeriksaan sidik jari jenazah Mohamad Syarhrir alias Aing (41) warga Komplek Garuda Blok C1, No. 6A, RT 6/16, Kampung Melayu Teluk Naga, Tangerang Banten tersebut.
Kedua jaringan Noordin M Top tersebut, tewas saat baku tembak di Ciputat sekitar pukul 11.00 WIB, kedua jenazah tiba di RS Polri sekitar pukul 14.45 WIB dengan diantar mobil ambulan Pusdokkes RS Polri.
Keduanya yang merupakan saudara ipar Ibrohim yang tewas di tembak Densus 88 di Temanggung, Jawa Tengah.
Kini kedua teroris yang terlibat peledakan bom di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton pada 17 Juli 2009, tersebut berada di ruang forensik Kedokteran RS Polri.
Kedua pelaku teroris yang merupakan kakak beradik tersebut, tewas dengan luka tembak, namun hingga kini belum diketahui dimana posisi luka tembak tersebut.
Ustad Sayifudin Zuhri diketahui merupakan perekrut anggota teroris yang akan melakukan peledakan bom bunuh diri, sedangkan Mohamad Syahrir berperan sebagai perakit bom tersebut, juga pernah bekerja sebagai mekanik pada perusahaan penerbangan.
Pantauan di RS Polri Kramat Jati, sejak kedatangan dua jenazah teroris, satu satuan setingkat kompi (SSK) melakukan penjagaan ketat.
Polisi melakukan pemeriksaan setiap orang yang akan memasuki ruang forensik, bahkan garis kuning polisi pun dipasang sejauh 30 meter dari pintu ruangan dimana kedua jenazah disimpan. (*/wan)


















