Jakarta, (berita2.com): Direktorat IV Narkoba Mabes Polri memusnahakan puluhan ribu gram sabu senilai Rp59 miliar di Gedung BNN, Jakarta Timur. Puluhan ribu gram sabu tersebut merupakan barang bukti dari 14 Warga Negara Asing (WNA).
"Totalnya barang bukti dari 14 tersangka warga negara asing tersebut seberat 30.094 gram sabu kristal dan 13.400 ml sabu cair," kata Wakil Direktur IV Narkoba Mabes Polri, Kombes Sambudiyono di Jakarta, Rabu.
Dari 14 tersangka itu terdiri atas 12 WN Iran, satu WN Malaysia dan satu WN Cina. Mereka terdiri dari sembilan orang perempuan dan lima orang pria.
Para tersangka WN Iran antara lain Fatemah Arabali Dousti, Maryam Babaei, Mahnaz Sadat Kaheh, Mohammad Reza Nezafat, Roushan Karimpourar, Delkesh Irani, Zohreh Sadat, Mitra Sadat Joudi, Mohammad Varshouchi, Hasan Moniri Alamdari, dan Kobramoayerirahni.
"Mereka ditangkap dalam tiga bulan terakhir," katanya. Para perempuan Iran memasok barang haram tersebut melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Oktober lalu. Modus yang digunakan para tersangka adalah dengan memasukkan kristal sabu tersebut ke dalam kotak cokelat.
Berkas para tersangka sudah diserahkan ke kejaksaan dan masih dalam diteliti. Pemusnahan ini dilakukan sesuai dengan ketentuan UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Para tersangka itu diancam hukuman mati.
Kepala Seksi Upaya Hukum Eksekusi dan Eksaminasi Kejagung, Fenando Siagian mengatakan, 50 persen tersangka adalah kasus narkoba.
Fenando mengatakan, tiap tahun terdakwa kasus narkoba jumlahnya selalu meningkat. "Untuk tahun ini belum tahu jumlahnya berapa," kata Fenando.
Pemusnahan dihadiri oleh pejabat BNN, pejabat Kejaksaan Agung (Kejagung), Bea Cukai dan tenaga ahli dari puslabfor. Menurut dia, wilayah rawan penyelundupan sabu berada di perairan, karena kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari kepulauan, kurang pengamanan. "Memang perairan itu rawan karena luas dan penjagaannya kurang," katanya.
Sementara itu, Sambudiyono mengatakan, tidak ada pola pergeseran pelaku kurir sabu dari WN Iran ke WNA lainnya. "WN Iran selalu main sabu. Kalau WN Nigeria mainnya Heroin," tuturnya. (*/wan)


















