berita2.com. (Madiun, Jawa Timur): Tiga oknum anggota TNI dari Koramil Besuki, Tulungagung Jawa Timur yang diduga terlibat penyelendupan Imigran gelap asal Iran, masih sebatas sebagai saksi. Hal ini ditegaskan oleh Panglima Daerah Militer (Pangdam) V Jawa Timur, Mayjend TNI Murdjito, disela sela rapat koordinasi pengamanan kunjungan Presiden ke Pacitan 12 Januari 2012, di Bakorwil I Madiun.
"Semua anggota yang diduga terlibat penyelendupan Imigran gelap, statusnya masih saksi. Di militer, kalau ada indikasi kuat anggota terlibat tindak pidana, walau statusnya masih saksi, bisa kita tahan. Semua kita tahan di Pomdam", terang Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Murdjito, kepada wartawan, Senin (09/01/2012).
Masih menurut jendral dengan dua bintang dipundaknya ini, selain tiga orang oknum TNI dari Tulungagung, Pomdam juga memeriksa seorang lagi oknum TNI dari Madura yang diduga ikut terlibat, berinisial, CRS. Namun tidak dijelaskan, dari Kodim mana.
Seperti yang pernah diberitakan berita2.com sebelumnya, tiga anggota TNI dari Koramil Besuki, Tulungagung, masing masing Peltu K, Praka K serta Praka KA, diduga terlibat penyelundupan Imigran gelap asal Iran, yang kapalnya tenggelam di perairan Prigi, Trenggalek Jawa Timur, 17 Desember 2011 lalu. Tiga orang oknum TNI yang semula ditahan di Denpom V/I Madiun, kemudian diambil alih Pomdam V Brawijaya. (dib).


















