berita2.com (Jakarta): Mabes Polri sedang mengkaji kemungkinan pencopotan Kapolda NTB Brigjen Pol Arif Wachyudin terkait penembakan dua masyarakat Bima dalam bentrokan dengan kepolisian di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Saud Usman Nasution, mengatakan polisi sedang melakukan evaluasi kasus itu, termasuk isu pergantian Kapolda NTB. Saat ini, kata Irjen Usman, Polri telah mengirimkan tim langsung ke Bima yang berangkat pada 24 Desember 2011.
Tim tersebut terdiri dari Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) yang mengevaluasi teknis penyidikan kasus-kasus yang ditangani, Inspektur Pengawasan Umum Polri (Irwasum) mengevaluasi apakah ada pelencengan prosedur atau tidak terhadap standar operasional prosedur. Kapolri Jenderal Timor Pradopo juga datang ke Bima dalam upaya berdialog dengan warga dan Pemda.
Selain itu, tim Polri lainnya adalah Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabarhakam) Mabes Polri terkait rehabilitasi sarana dan prasarana serta mengevaluasi mekanisme pelaksanaan keamanan.
Bentrokan di Bima terjadi antara Brimob Polda NTB dengan sekelompok warga yang memblokade Pelabuhan Sape, NTB. Ada dua orang peserta aksi blokade yang dilaporkan tewas dalam bentrokan tersebut.
Aksi blokade ini merupakan unjuk rasa warga kepada Bupati Bima Ferry Zulkarnaen agar mencabut izin operasi PT Indo Mineral Persada dan PT Sumber Mineral Nusantara di Sambu dan Sape dengan alasan merusak sumber air satu-satunya bagi irigasi warga Bima.


















