berita2.com. (Madiun, Jawa Timur): Polisi Daerah Militer (Pomdam) V Brawijaya di Surabaya, akhirnya mengambil alih pemeriksaan tiga orang oknum TNI asal Kodim Tulungagung Jawa Timur, yang diduga terlibat dalam penyeleundupan Imigran yang kapalnya tenggelam di Prigi Trenggalek Jawa Timur.
Dari hasil pemeriksaan sementara unit Likrim Detasemen Polisi Militer (Denpom) Madiun Jawa Timur, ada indikasi keterlibatan tiga orang oknum TNI dalam penyelundupan imigran di Trenggalek. Namun belum ada indikasi melibatkan oknum perwira. Walau begitu penyidik Denpom, tetap mengembangkan kasus ini untuk mengetahui apakah adea oknum perwira yang terlibat.
“Hasil pemeriksaan sementara hanya tiga orang okum bintara dan tamtama yang terlibat. Untuk pangkat diatas itu, belum ada indikasi. Tapi tetap akan kita kembangkan apakah ada oknum perwira yang terlibat,” terang kepala Penerangan Komando Resor Militer (Kapenrem) 081/Dirotsaha Jaya (DSJ) Madiun, Mayor (Arm) Imam Duhri, Jum’at, (23/12/2011) kepada wartawan.
Tiga oknum yang diduga kuat terlibat dalam penyeluncupan imigran, masing masing Pembantu Letnan Satu (Peltu) S, Prajurit Kepala (Praka) K, serta Praka KA. Ketiga oknum ini bertugas di Komando Rayon Militer
(Koramil) Besuki yang merupakan wilayah terotorial Komando Distrik Militer (Kodim) 0807 Tulungagung.
Hasil pemeriksaan, ketiganya berperan menyiapkan perahu bagi para imigran dari Pantai Popoh Tulungagung, menuju tengah laut dan berganti kapal feri yang akhirnya tenggelam di perairan Prigi, Trenggalek, 17 Desember 2011 lalu. Tiga orang oknum yang sebelumnya ditahan di markas Detasemen Polisi Militer (Denpom) V/1 Madiun, sekitar pukul 16.00 wib, dipindahkan ke Pomdam V/Brawijaya di Surabaya.
"Pemeriksaan ketiganya diambil alih Pomdam, karena ada indikasi keterlibatan oknum lain diluar wilayah terotorial Korem 081 Madiun. Ini hanya untuk memudahkan pemeriksaan saja. Dan karena kita tidak ada mobil tahanan, kita pinjam mobil tahanan kejaksaan", tambah Imam.
Terpisah, Komandan Denpom V/1 Madiun Mayor (CPM) Edy Purnomo, kepada wartawan juga mengatakan jika belum ada indikasi keterlibatan oknum dengan pangkat perwira.
“Kita belum menemukan adanya indikasi oknum perwira yang terlibat", kata Edy singkat. (dib).


















