berita2.com (Jakarta): Suku Dinas Perumahan Jakarta Timur untuk program tahun 2010 ini sedang memperbaiki 15 RW kumuh dengan biaya sekitar Rp3 miliar. Saat ini baru selesai 30% karena pengerjaannya baru dimulai setelah melalui proses lelang. Lokasi RW kumuh tersebut antara lain RW 12 dan 13 Cipinang Melayu, RW 07 dan 08 Cakung Timur dan 3 RW di Cililitan.
Kepala Seksi Perencanaan Sudin Perumahan Jakarta Timur, Nanang Sulistyadi mengungkapkan hal itu Senin (18/10/2010).Hal itu diungkapkan sehubungan dengan banyaknya permohonan perbaikan lingkungan permukiman, antara lain dari Kelurahan Malaka Jaya yakni RW 03 yang diajukan Nur Mudjtabar dan RW 12 yang diajukan sepengetahuan Dekelnya Turiman. Alasan Nur Mudjtabar, sejak tahun 1979 gang di RW-nya itu belum pernah mendapat perbaikan dari pemerintah kota.
Menurut Nanang, sebenarnya RW kumuh di Jakarta Timur ada 77. Angka tersebut dari hasil penelitian Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2008 yang ditentukan dengan beberapa paramater. Namun dalam rencana penataan jangka menengah daerah didahulukan RW kumuh yang paling berat. Diharapkan akhir tahun 2012 perbaikan lingkungan 77 RW kumuh tersebut selesai.
Dirincinya, untuk tahu 2011 perbaikan akan meliputi 31 RW kumuh. Namun volume pekerjaan mungkin dikurangi mengingat dana yang disetujui hanya Rp25 milyar dari yang diajukan sebesar Rp38 miliar.
Kepala Seksi Sosial BPS Jakarta Timur Heru Santosa mengakui dari 673 RW di Jakarta Timur saat ini masih terdapat 77 RW kumuh. Jumlah itu turun dibanding ketentuan BPS tahun 2004 sebanyak 86 RW kumuh. Menurut Heru, ada 10 variabel untuk menentukan kekumuhan RW, di antaranya kepadatan penduduk, tata letak bangunan, konstruksi bangunnan permanen atau semi, keadaan jalan dan drainase, dan pengelolaan sampah. Dari 77 RW kumuh se Jakarta Timur, Kecamatan Pulogadung memiliki terbanyak yaitu 11 RW, disusul Kramatjati dan Durensawit masing-masing 9 RW,Matraman 8 RW dan Cakung 7 RW.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya