berita2.com (Jakarta): Hujan di sekitar Istana Presiden pada Rabu siang (20/10/2010), ternyata itu bukan sembarang hujan. Itu hujan yang dipanggil seorang pawang untuk menghalau pengunjuk rasa.
Seorang pawang hujan hadir di depan Istana Merdeka, sejak Rabu pagi. Pria yang mengenakan kemeja kotak-kotak dan berjanggung panjang ini tiba-tiba menyalami Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (20/10/2010).
Kepada sang Jenderal, pria yang diketahui bernama Wijay ini mengaku datang untuk menahan hujan agar tidak turun hari ini di depan Istana Merdeka. Namun Kapolda justru meminta hal sebaliknya.
“Iya sudah dibikin hujan saja biar demonya tidak jadi,” kata Sutarman sembari tertawa. “Oke siap Pak,” jawab sang pawang hujan.
Pria dengan kalung tasbih itu pun langsung duduk bersila di bawah pohon yang persis berseberangan dengan Istana Merdeka. Sebelum memulai ritualnya, Sutarman pun kembali mengingatkan sang pawang.
“Dibuat hujan ya pak,” tuturnya dengan nada tegas. “Siap pak,” kata pria bertubuh hitam dan berkepala plontos ini.