berita2.com (Jakarta): Dalam mengaktualisasikan nilai-nilai nuzulul Qur’an para pejabat dan karyawan di lingkungan Jakarta Timur, Walikota Jakarta Timur H Murdhani menyerahkan bantuan kepada 2000 orang guru ngaji dan 903 guru dengan Rp400.000 per orang dan bantuan 21 keranda jenazah kepada pengurus masjid.
Acara berlangsung di Masjid Baitul Muhyi, kantor Walokta, Selasa (31/8). Pada waktu yang sama Walikota didampingi Asisten Kesmas Sekko Jakarta Timur, Ibnu Hajjar dan Kepala Kantor BAZIS Jakarta Timur Chaerudin Hasan juga menyerahkan bantuan monumental sebesar Rp80 juta untuk 2 madrasah di Cakung.
Pada sambutannya Walikota mengatakan, turunnya Al Quran 15 abad yang lalu merupakan peristiwa besar yang membawa pandangan baru bagi umat manusia dan kemanusiaan. Karena itu Al Quran merupakan undang undang universal yang berisi hukum Islam yang merupakan sumber kebaikan bagi orang yang beriman.
Dalam bulan Ramadhan umat Islam dianjurkan untuk lebih banyak beramal saleh, membaca dan mengkaji kandungan isi Al Qur’an. Diharapkan dengan kajian itu dapat meningkatkan kinerja para pegawai yang muslim yang merupakan pegawai yang religius, produktif dan kompetitif.
Terhadap kemajuan teknologi informasi seperti internet dan telepon genggam, diharapkan orang tua waspada dan melakukan pengawasan kepada putra putrinya jangan sampai terperosok pada hal yang merusak moralitas mereka. Mengutip Surat Al Alaq, Walikota minta agar kita semua mau banyak membaca, mengamati dan menelaah alam sekitar dan kejadiannya.
Mantan anggota DPRD DKI Jakarta DR H Nur Alam Bachtir MA selaku dai/mubaligh menggarisbawahi kewajiban umat Islam untuk banyak membaca, mengamati dan introspeksi. “Pak Wali ini sudah seperti dai. Katanya nanti kalau pensiun juga mau menjadi dai,” ujar Nur Alam sambil tertawa.
Chaerudin Hasan menjelaskan dana tersebut merupakan dana zakat , infak dan sodaqoh dari warga Jakarta Timur termasuk pejabat dan karyawan di Pemerintah Kota selama tahun 2009. Pendayagunaan kali ini total Rp1,403 miliar lebih, termasuk untuk keranda Rp162,75 juta dan untuk 2903 guru honorer dan guru ngaji.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya