berita2.com (Jakarta): Namanya Apriyanto, ia adalah mahasiswa yang ditabrak mobil polisi tahun 2008 silam dan videonya kini ramai di internet, membantah membawa bom molotov seperti yang dituduhkan polisi. Suasana jalan saat itu juga sepi.
"Saya tidak bawa apa-apa. Malah suasana saat bubar jalan tidak ramai, sepi dan lancar-lancar saja," ujar Apriyanto saat melapor ke Komnas HAM, Jl Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/7/2010).
Apriyanto menceritakan, awalnya memang ada ribuan mahasiswa yang berdemo kenaikan BBM di depan gedung DPR. Saat sore, massa sudah mulai membubarkan diri dan dia saat itu dalam perjalanan pulang.
"Tiba-tiba ada mobil patroli yang langsung menabrak saya. Setelah ditabrak saya terpental 3-4 meter," ungkap mahasiswa IAIN Jambi ini. Akibat tabrakan itu, Apriyanto dirawat di RS UKI karena menderita luka memar di leher dan tempurung lututnya bergeser.
Tujuannya ke Komnas HAM? "Jadi saya ke sini untuk meminta agar pelaku diberi sanksi pemecatan dan kami diberikan ganti rugi materil dan imateril," tutup Apriyanto.